oleh

Dua Oknum ASN Mimika Diadukan ke Polisi

TIMIKA – Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada satu dinas di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, berinisial R dan J dilaporkan ke Polres Mimika.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Radar Timika, Rabu (4/11) kemarin di ruang kerjanya mengatakan, kedua oknum ASN itu dilaporkan oleh istri R atas dugaan penelantaran dan perzinahan.

“Laporan terkait penelantaran dan perzinahan. Sudah kita gelarkan, yang pertama penelantaran sudah kita mintai keterangan dari terlapor (R, red) dan unsur penelantarannya belum kita temukan,” ucapnya.

Menurut AKP Hermanto bahwa dari keterangan R bahwa selama ini dia memberikan biaya pendidikan kepada anak-anaknya, dan uang jajannya pun diberikan kepada pelapor dalam hal ini istri dari R.

“Uang sekolah anaknya diberikan ke istrinya, tapi istrinya bilang itu uang kan buat anak-anak. Makanya dia berikan kepada anak-anaknya, lalu uang jajan pun diberikan ke istrinya. Jadi belum kita temukan unsur penelantarannya,” jelas Kasat Reskrim.

Sementara untuk laporan terkait dugaan perzinahannya, menurut Kasat Reskrim bahwa dari pengakuan istri RU bahwa kejadian itu terjadi pada Tahun 2019 lalu.

“Kita masih lakukan penyelidikan terkait apakah ada unsur perzinahan di Tahun 2019 itu atau tidak. Karena saat itu anak dari terlapor pernah melihat terlapor 1 dan terlapor 2 ke salah satu rumah di Timika. Tapi dibuntutinya tidak sampai selesai, karena anaknya terlapor 1 ada kegiatan makan siang sama adiknya. Jadi cuma dia lihat bapaknya sama terlapor 2, kemudian anaknya cerita ke ibunya tapi tidak ada respon artinya dia diam saja,” urai AKP Hermanto.

Sehingga menurutnya terkait dengan laporan dugaan perzinahan itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan lagi.

“Masih kita lidik lagi, kami mau cek rumah itu rumah siapa lalu saksi-saksi di sekitar rumah itu. Kemudian apakah rumah itu ada penghuninya, lalu kalau ada penghuninya apakah penghuninya laki-laki atau perempuan. Yang jelas terlapor 1 dan terlapor 2 ini ASN,” pungkasnya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *