oleh

Si Ayah Bejat Ternyata Cabuli Dua Putrinya

TIMIKA – Proses penyidikan terhadap kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak kandungnya sendiri, oleh ayah berinisial BM alias Atus, masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Penyidik unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Mimika, kini telah resmi menetapkan BM alias Atus sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK kepada Radar Timika, Rabu (4/11) kemarin di ruang kerjanya mengatakan, tersangka BM alias Atus kini di tahan di ruang tahanan Polres Mimika guna keperluan penyidikan.

“Sudah kita tahan untuk proses lebih lanjut,” kata AKP Hermanto.

Lebih lanjut menurut Kasat Reskrim, bahwa untuk tersangka BM alias Atus sendiri dijerat dengan Pasal 81 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.

Dimana ayat (1) berbunyi “Setiap orang yang melangggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 milyar”.

Dan ayat (2) yang berbunyi “Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berlaku pula bagi setiap orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain”.

Kemudian Kasat juga mengungkapkan bahwa dalam kasus tersebut, pihaknya kini telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi yakni saksi korban, kakak korban dan ibu korban.

“Ada tiga saksi yang sudah kita periksa, tapi ini masih kita kembangkan lagi,”ucapnya.

Pasalnya kata AKP Hermanto bahwa dalam proses penyidikan, terungkap lagi fakta baru bahwa selain melakukan perbuatan bejatnya kepada korban, tersangka BM alias Atus sebelumnya juga telah melakukan hal yang sama kepada kakak korban.

“Kakak korban juga sudah diperiksa, karena dari pengakuan ibu korban bahwa kakak korban pernah jadi korban. Jadi anak kandung dua orang yang jadi korban, dan informasinya antara ibu korban dan tersangka ini sudah ada permasalahan dalam rumah tangga mereka. Makanya kita masih lakukan pengembangan lagi,”urainya.

Untuk barang bukti dalam kasus pencabulan dan persetubuhan itu, Kasat mengatakan bahwa pihaknya telah menyita pakaian yang digunakan korban saat terjadi kasus tersebut.

“Ada pakaian korban yang sudah kita amankan sebagai barang bukti,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa tersangka BM alias Atus diringkus pihak kepolisian lantaran dilaporkan telah melakukan perbuatan bejat yakni melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.

Kasus tersebut terungkap setelah korban yang sudah tidak tahan dengan perbuatan tersangka, lalu kemudian mengadukan kepada ibunya.

Tersangka BM alias Atus itu melakukan aksi bejatnya itu kepada korban dengan modus, pelaku memanfaatkan kesempatan korban belajar secara online yang memerlukan ponsel dan sudah dilakukan berulang kali. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *