oleh

Terkendala Lahan, Progres Pelebaran Jalan Baru Lambat

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada Tahun Anggaran 2020 ini melaksanakan proyek pelebaran Jalan C Heatubun atau lebih lazim disebut Jalan Baru.

Hanya saja progress proyek dengan nilai kontrak Rp 20.884.000.000 yang dikerjakan oleh PT Fajar Utama Semesta itu terbilang cukup lambat. Kendalanya ada pada pembebasan lahan dan ganti rugi bangunan yang belum tuntas.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Aldi Padua yang ditemui di kantornya, Jumat (6/11) kemarin mengatakan progres pelebaran Jalan C Heatubun masih minus besar, karena terkendala lahan dan bangunan yang belum terselesaikan. “Jadi kendala pertama itu di lahan,” katanya.

Jalan C Heatubun akan dilebarkan menjadi 18 meter. Baik badan jalan, box culvert dan taman daerah milik jalan. Ada perubahan dari sebelumnya 16 meter jadi 18 meter. Sehingga dipastikan ada banyak lahan milik warga serta bangunan yang akan terdampak. Untuk ganti rugi bangunan seperti pagar, rumah dan kios menjadi tanggungjawab Dinas PUPR.

Sebelum pekerjaan dimulai Dinas PUPR bersama Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan sudah melakukan sosialisasi dengan mengumpulkan para pemilik tanah dan bangunan di sepanjang Jalan C Heatubun. Meskipun ada yang menyetujui, tetapi ada juga yang belum setuju. Sosialisasi juga dilakukan melalui surat pemberitahuan yang disebar kepada warga.

Masih adanya warga yang keberatan menjadi kendala pekerjaan. Tapi Dinas PUPR tetap menginstruksikan kontraktor untuk melanjutkan pekerjaan. “Kalau ada lahan bermasalah dilompati. Jadi kita pasang spot-spot saja, tidak mungkin semuanya kami aspal. Yang kendala lahan kami lompati karena pekerjaan akan berjalan,” terangnya.

Aldi mengatakan untuk ganti rugi bangunan, Dinas PUPR sedang melakukan pendataan. Sementara untuk lahan akan ditangani oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan. Tim appraisal sebagai tim penilai juga disebut sudah meninjau lokasi pekerjaan untuk melihat lahan yang terdampak. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *