oleh

Pemda Bakal Buat Kanal Lahan Sagu Seluas 500 Hektar

TIMIKA – Kabupaten Mimika memiliki potensi sagu yang cukup luas. Namun, selama ini belum dimaksimalkan. Sebagai upaya pengembangan produksi sagu, pemerintah daerah mulai menyusun strategi salah satunya membangun kanal lahan sagu seluas 500 hektar di Mioko, Distrik Mimika Tengah.

Perencanaan pembuatan kanal itu sementara disusun sekaligus perencanaan pembukaan lahan kering untuk budidaya tanaman kopi seluas 100 hektar di Kiyura Gunung, Distrik Mimika Barat. Perencanaan hampir rampung dengan digelarnya seminar akhir pada Senin (9/11) di Kantor Bappeda.

Seminar akhir itu dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Ir Syahrial, MM didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Alice Irene Wanma dan Sekretaris Bappeda, Hillar Limbong Allo. Seminar juga melibatkan masyarakat dari Mioko dan beberapa OPD teknis.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Ir Syahrial, MM mengatakan, Pemda membangun kanal di lahan sagu dalam rangka meningkatkan produktifitas masyarakat. Ia menegaskan Pemda tidak akan menguasai tanah tapi justru membantu masyarakat untuk meningkatkan kapasitas produksi sagu.

Mioko kata dia, sangat potensi untuk produksi sagu. Itu menjadi arah kebijakan pembuatan kanal. Masyarakat yang nantinya akan mengelola sendiri sementara pemda memberi pendampingan. “Yang terpenting bagaimana tingkatkan produktivitas lahan,” ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Alice Irene Wanma mengatakan untuk pengembangan pertanian Distanbun tidak hanya membangun kanal lahan sagu tapi juga pembukaan lahan kering seluas 100 hektar untuk budidaya kopi di Kiyura Gunung, Mimika Barat.

Mimika lanjutnya, memiliki 19 varietas sagu tapi belum satupun terakreditasi. Sehingga ini akan menjadi perhatian kedepan. Juga fokus untuk pengembangan sagu di lahan seluas 500 hektar di Mioko sehingga masyarakat petani bisa produksi.

Alice mangatakan, di atas lahan 500 hektar itu sudah terdapat tanaman sagu dan tinggal ditata. “Kedepan jadi pusat perkebunan sagu bahkan bisa jadi tempat wisata,” ujarnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *