oleh

Dinas Pendidikan Diminta Evaluasi Kembali Pembelajaran Online

TIMIKA – Anggota Komisi C DPRD Mimika Leonardus Kocu meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika agar mengevaluasi kembali sistem belajar dari rumah menggunakan sistem online, karena dinilai tidak efektif lagi. Ketidakefektifan sistim pembelajaran online yang sudah dilakukan sejak Maret lalu banyak dikeluhkan oleh masyarakat terutama kaum ibu.

Anggota Komisi C yang juga Ketua Fraksi Mimika Bangkit DPRD ini mengakui jika selama hampir 8 bulan lamanya, anak-anak mulai jenjang PAUD hingga SMA dan SMK belajar dari rumah. Menurutnya, selain tidak efektif, para orang tua juga mengeluhkan saat mendampingi anak saat belajar, beruntung orang tua adalah ibu rumah tangga yang bisa mengawasi, tapi jika kedua orang bekerja, tentunya sangat memberatkan.

“Sekolah online ini berjalan sudah berapa lama dari bulan Maret sampai hari ini. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan kami harap segera evaluasi mengenai sekolah online,”jelasnya.

Dikatakannya masalah paket data, dalam sebulan berapa kali orang tua harus membeli paket agar anaknya bisa belajar. Beruntung orang tua yang memiliki pekerjaan dan uang bisa membeli paket data. Bagaimana dengan orang tua yang tidak memiliki penghasilan tetap, tentunya ini menjadi beban orang tua.

“Karena orang tua di rumah ini mereka sudah gelisah karena pendampingan untuk belajar di rumah sudah tidak maksimal dan tidak efektif seperti dulu,” ungkapnya. Tidak hanya itu, orang tua juga mengeluhkan pembayaran SPP namun anaknya tidak mendapat pelajaran secara maksimal.

Lanjutnya, yang kedua orang tua bayar SPP mahal tapi anak tidak didampingi secara baik, juga guru-guru tidak memperhatikan kualitas pelayanan.

Untuk itu, dari keluhan yang ada, Dinas Pendidikan perlu mengevaluasi sistem belajar online, bisa saja dinas mengijinkan sekolah untuk melakukan aktifitas belajar mengajar dengan strategi lain ditengah pandemi Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Mungkin saja pemerintah harus pikirkan proses belajar yang standar dengan mengikuti protokol saat masuk sekolah,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *