oleh

Kusta dan Stunting Jadi Sorotan

TIMIKA – Hari Kesehatan Nasional diperingati setiap 12 November. Tahun ini merupakan tahun ke-56. Dengan tema ‘Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat’ para insan kesehatan merayakan dengan cara sederhana. Tidak seperti tahun sebelumnya yang diwarnai beragam kegiatan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika tahun ini menggelar secara sederhana di Hotel Grand Mozza, Kamis (12/11). Dihadiri Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM, Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra serta jajaran Dinkes Mimika, perwakilan tenaga profesi dan rumah sakit, klinik dan Puskesmas di Mimika.

Pada peringatan HKn ke-56 kali ini, Mimika masih dihantui beragam jenis penyakit. Bahkan penyakit terabaikan seperti kusta masih ditemukan di sejumlah kampung. Begitu juga kasus stunting atau anak kerdil yang masih cukup tinggi. Kemudian penyakit menular seperti TBC, HIV AIDS juga masih terus ada.

Stunting tersebar merata di sejumlah wilayah Mimika tidak hanya di pesisir dan pegunungan, tetapi juga dalam Kota Timika. Tingginya kasus sehingga Mimika menjadi salah satu Lokasi Fokus (Lokus) untuk penurunan stunting.

Sementara kusta sendiri lebih banyak ditemukan di Distrik Mimika Barat Jauh terutama di Kampung Yapakopa dengan 378 per 10 ribu penduduk, Aindua dengan kasus terbanyak yakni 584 per 10 ribu penduduk  dan Ipaya 75 per 10 ribu penduduk. Ini 200 sampai 500 kali lebih tinggi dibanding standar nasional yang hanya 1 per 10 ribu penduduk.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM mengatakan Dinas Kesehatan hanya berkontribusi 25 persen dalam penanganan kesehatan. Selebihnya adalah peran lintas sektor dan masyarakat itu sendiri. Salah satu persoalan mendasar adalah tidak tersedianya air bersih terutama pada wilayah pesisir dan pedalaman. Akses pangan juga masih sulit.

Untuk itu ia meminta OPD terkait lainnya untuk ikut terlibat aktif. Sama seperti penanganan Covid-19 yang bisa dikeroyok oleh banyak OPD. Bahkan anggaran yang begitu besar dikucurkan untuk menangani Covid-19.

Wabup Rettob berharap penyakit yang terabaikan seperti kusta dan stunting harus menjadi perhatian serius. Pelayanan harus ditingkatkan, sarana dan prasarana harus dilengkapi.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mulai tahun ini Dinkes mulai Tahun 2020 Dinkes mulai menjalankan pelayanan kesehatan bergerak yang sasaran utamanya fokus berdasakan penyakit terabikan, konflik keamanan dan wilayah perbatasan. Enam kampung sasaran yaitu Yapakopa, Aindua, Ararau, Ipaya, Sumapro dan Banti.

Menurut Reynold, data masalah kesehatan sebenarnya menggambarkan kemiskinan. Dimana akses masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok yakni sandang, pangan dan papan belum terpenuhi dan layak. Pangan tidak berkelanjutan, air bersih tidak tersedia hingga rumah tidak layak.

Dari sisi penyediaan fasilitas kesehatan tahun ini Dinkes membangun tiga Puskesmas yakni di Ipaya, Mapar dan Tapermai. Ini dilakukan untuk mengurangi rentang kendali pelayanan lima Puskesmas wilayah pesisir barat yang sudah ada sebelumnya yaitu Atuka, Kokonao, Uta, Amar dan Potowayburu.

Inovasi layanan juga dilakukan dengan menghadikan pelayanan berbasis online melalui website www.simkes.org . Website ini bisa melayani skrining Covid-19, pemesanan obat untuk TB, malaria dan HIV. Layanan ini sudah dicoba di lima Puskesmas yaitu Timika, Timika Jaya, Wania, Pasar Sentral dan Jilelale. Lewat website ini juga Dinkes bisa memantau tingkat kunjungan ke Puskesmas setiap harinya.

Wabup Apresiasi Para Nakes Tangani Covid-19

Pada momen Hari Kesehatan Nasional, Wabup Mimika John Rettob memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh insan kesehatan yang tak pernah lelah dan terus berjuang menangani Covid-19.

Ia meminta maaf kepada para tenaga kesehatan karena Pemda Mimika lalai sehingga kasus Covid-19 kembali meningkat. Ini karena terjadi karena kurangnya perhatian lagi dari Pemda selaku pengambil kebijakan. Malahan Pemda sendiri yang kerap melanggar dengan melaksanakan kegiatan yang mengumplkan massa sehingga bisa memicu penularan virus corona. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *