oleh

Warga Minta Sekolah Dibuka Kembali

TIMIKA – Warga berharap agar pemerintah dapat segera membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah, mengingat para orang tua kesulitan dalam hal biaya kuota internet. Harapan para orang tua ini disampaikan kepada Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil I) Tanzil Asharie saat melakukan agenda resesnya di Kelurahan Koperapoka, Senin (16/11).

Di hadapan Politisi Gerindra itu, warga secara langsung berharap agar pemerintah khususnya kepada Dinas Pendidikan agar dapat membuka kembali aktivitas belajar dan mengajar setelah hampir 9 bulan lamanya anak-anak belajar di rumah karena pandemi Covid-19.

Selama hampir satu tahun ini, keluh warga setempat, mereka harus membeli kuota internet untuk mendukung aktivitas belajar dengan sistem daring. Padahal, di tengah wabah ini mereka mengakui sangat sulit mendapatkan uang tambahan.

Menanggapi keluhan warga, Tanzil mengatakan hal ini akan diteruskan ke pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan. Mengingat wabah belum sepenuhnya berlalu, apakah ada kebijakan yang lebih pro kepada warga untuk aktivitas belajar dan mengajar di sekolah, tetap akan disampaikan. Ia sendiri berharap agar pemerintah khususnya dinas pendidikan bisa bijak melihat permasalahan ini.

Dalam agenda resesnya ini juga, Tanzil mengatakan jika ia datang dengan tujuan untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat untuk memberi pertanggung jawaban moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan. Dalam agenda reses di akhir tahun 2020 ini, Tanzil menyebutkan jika ia bergerak sesuai dengan Dapil I.

“Kita bergerak sesuai Dapil I yang terdiri dari kelurahan Koperapoka, Hangaitji, Kwamki, Timika Jaya dan Ninabua,” ujarnya.

Pada kesempatan resesnya, Tanzil juga memberikan bantuan sembako serta masker.

“Bukan hanya sembako yang kita bagikan, mengingat masa pandemi ini belum berakhir maka kita juga bagikan masker dan menghimbau agar masyarakat selalu menerapkan 3M,” imbuhnya.(ami)

Pj Sekda: Kami Utamakan Kesehatan Anak

SEMENTARA itu, Pemda Mimika belum berani mengambil kebijakan mengaktifkan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah. Alasannya, kasus Covid-19 di Mimika masih terus ada dan Mimika masih kategori zona merah.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Jeni Usmany, SPd MPd yang juga Kepala Dinas Pendidikan ketika ditemui di kantor Bappeda, Senin (16/11) kemarin, mengatakan sebenarnya Pemda sudah menyusun strategi untuk mengaktifkan kembali sekolah tapi karena kasus meningkat maka dibatalkan.

Pemda Mimika kata dia tidak bisa memaksakan. Pasalnya dari Pemerintah Pusat juga bahkan belum berani mengambil kebijakan untuk membuka sekolah. “Kalau ada klaster baru siapa yang mau disalahkan,” katanya.

Jeni memahami apa yang dikeluhkan masyarakat terutama orang tua murid. Tapi pada akhirnya ketika terjadi masalah maka yang bertanggungjawab adalah institusi yang memberikan perintah dalam hal ini Pemda jika dipaksakan.

Penerapan protokol kesehatan di sekolah tidak bisa dijamin. Dikatakan Jeni, jumlah murid cukup banyak sehingga sulit bagi guru untuk memantau semuanya. Sehingga ia berharap orang tua murid bisa memahami situasi yang terjadi karena semua pihak tidak ingin pandemi ini tetap ada. “Saya pastikan bahwa tidak ada yang diabaikan. Kita utamakan kesehatan anak,” tegasnya.

Dinas Pendidikan juga tetap mengikuti perkembangan sehingga salah satu kebijakan yang ditempuh sekarang ini adalah dengan mempercepat libur akhir semester. Edaran Dinas Pendidikan sudah ada dimana libur mulai 28 November. Sehingga semua sekolah sudah mulai ujian akhir semester.

“Jadi memang kami akui belajar secara daring tidak semaksimal belajar dalam kelas karena pendidikan dia include dengan pembelajaran dan anak butuh sentuhan, nasehat guru. Banyak yang terjadi di situ dalam proses langsung, tapi sekarang tidak bisa dipaksakan,” tutur Jeni.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *