oleh

Pemerintah Diharapkan Wujudkan Usulan Masyarakat Amamapare

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika diharapkan dapat mewujudkan apa yang menjadi harapan masyarakat di Kampung Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh. Selama ini apa yang menjadi usulan masyarakat yang disampaikan lewat Musrembang belum pernah diakomodir oleh pemerintah. Selain itu, PT Freeport Indonesia juga diharapkan dapat lebih memperhatikan kampung ini karena Amamapare atau lebih dikenal dengan sebutan Pulau Karaka, masuk dalam wilayah konsesi pertambangan.

Anggota DPRD Mimika dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Amandus Gwijangge dalam agenda resesnya di Kampung Amamapare, Distrik Mimika Timur Jauh, Senin (16/11) kemarin mengatakan, kedatanganya ke kampung ini adalah merupakan rangkaian agenda dewan yakni kegiatan reses. Amandus yang dipilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6, datang ke Kampung Amamapare ini untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat setempat.

“Jika Tuhan berkehendak, apa yang menjadi masukan dan aspirasi dari warga bisa jadi bahan dan usulan untuk kami agar masuk dalam program kerja pemerintah daerah,” ujar Amandus.

Amandus yang adalah warga asli Distrik Jita mengungkapkan jika ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengakomodir apa yang menjadi kebutuhan warga.

Dalam kesempatan reses ini, Adolof Amoroyau selaku Kepala Dusun 2 mengatakan, pihaknya usul perumahan dan Gereja karena sejak beberapa tahun sudah dikeluhkan, namun tidak masuk dalam program kerja pemerintahan. Selain itu diusulkan juga perbaikan sekolah, karena sudah diusul lewat Musrenbang tingkat Kampung. Ia berharap dengan kehadiran anggota DPRD, bisa melihat usulan ini untuk menjadi perhatian agar diteruskan ke pemerintah.

Hal yang sama diungkapkan Kepala Kampung Fakundus Natipia. Ia mengatakan usulan dari warga yang disampaikan lewat Musrenbang kampung ke distrik lanjut ke kabupaten namun sampai saat ini belum diakomodir. Bahkan ada 10 point utama kebutuhan masyarakat yang juga belum diakomodir.

Untuk kebutuhan perumahan layak huni adalah yang paling utama juga rumah ibadah dan kantor desa dengan meubelairnya.

Fakundus juga mengakui jika fasilitas tiang listrik ada, namun belum ada pembangkit listrik.

“Masukan-masukan dari warga tidak pernah terjawab,” ujar Fakundus.

Lanjutnya, warga sangat rindu kehadiran pemerintah. Adapun usulan dari warga sudah diberikan kepada para dewan periode sebelumnya, bahkan kepada pemerintah daerah. Namun, usulan ini tidak pernah diakomodir.

Kegiatan untuk para pemuda juga diharapkan dapat diakomodir oleh pemerintah. Sementara itu mama-mama berharap agar dibangun sanggar PKK agar mereka dapat memiliki tempat untuk kegiatan yang bermanfaat dalam mengisi waktu. Ia juga mengusulkan kebutuhan air bersih untuk konsumsi warga.

Usulan lainya adalah berharap dapat mengakomodir para pemuda untuk menjadi tenaga honor di kantor distrik. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pemuda, Pariwisata, Olahraga dan Kebudayaan juga ada pembangunan sanggar budaya agar seni ukir maupun anyaman dari warga  bisa disimpan dengan baik dan selanjutnya bisa dijual.

Selanjutnya Amandus juga menjadwalkan untuk melakukan agenda reses ke beberapa kampung yang ada di Dapil 6 yakni yakni Distrik Mimika Barat Jauh, Mimika Barat, Mimika Barat Tengah, Mimika Timur Jauh dan Mimika Timur. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *