oleh

PTFI Serahkan 170 Tempat Sampah ke Disperindag

TIMIKA – Mendukung Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang tengah melakukan penataan pasar, PT Freeport Indonesia memberikan bantuan berupa 170 tempat sampah yang diserahkan secara bertahap.

Tahap pertama sebanyak 52 buah tempat sampah diserahkan Senin (16/11) oleh Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Jonny Lingga kepada Sekretaris Disperindag Mimika, Petrus Pali Ambaa di kantor Disperindag kemarin.

Tempat sampah berbahan drum bekas itu dijelaskan Jonny Lingga sekaligus sebagai bentuk kampanye cinta lingkungan. Sebab bahannya merupakan bahan daur ulang yang dikerjakan oleg Departemen Lingkungan Hidup PTFI.

PTFI menyediakan 170 buah tempat sampah tapi diserahkan secara bertahap. Tahap kedua sebanyak 50 buah rencananya diserahkan pekan depan dan selanjutnya lagi hingga mencapai 170 buah sesuai permintaan dan hasil rapat koordinasi bersama Disperindag sebelumnya.

Jonny mengatakan ketika ada permintaan, PTFI sangat menyambut baik apalagi akan digunakan di Pasar Sentral yang kondisinya masih minim tempat sampah. Apalagi PTFI memang memiliki program daur ulang. “Jadi apa yang bisa Freeport bantu, kita saling koordinasi. Kita punya tempat sampah daur ulang ini yang produksinya cukup banyak dan kita pakai untuk internal sekaligus juga untuk kalau misalnya ada instansi lain yang meminta,” terangnya.

Meskipun merupakan wadah bekas pakai untuk menopang produksi tapi dipastikan tempat sampah itu tidak lagi beresiko karena sudah dibersihkan, dicat ulang dan dimodifikasi supaya bisa digunakan dalam waktu cukup lama.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Mimika, Petrus Pali Ambaa memberikan apresiasi kepada PTFI yang mau membantu Pemda Mimika dalam menciptakan Kota Timika yang bersih dan tertata rapih khususnya di area Pasar Sentral yang sebelumnya dikenal kotor dan kumuh.

Petrus mengatakan salah satu kekurangan di Pasar Sentral sekarang ini adalah wadah pembuangan sampah yang terbatas sehingga pedagang dan pengunjung membuang sampah di sembarang tempat. “Bagaimana menata Pasar Sentral lebih baik salah satunya kita menjaga tetap bersih dengan menyiapkan sarana bak sampah,” ujarnya.

Agar bisa tetap terpelihara dan dimanfaatkan, Disperindag akan melakukan pengawasan. Sebab di Pasar Sentral ada pegawai dari UPTD dan sekuriti yang setiap hari berjaga. (sun)  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *