oleh

Masyarakat di Distrik Miru Harapkan Perbaikan Jalan dan Drainase

TIMIKA – Masyarakat dari 11 Kelurahan di Distrik Mimika Baru, berharap pemerintah bisa melakukan perbaikan serta pembangunan sarana jalan dan drainase. Harapan ini diungkapkan oleh para ketua RT dan lurah dalam agenda Reses II yang dilaksanakan oleh Ketua DPRD, Robby Kamaniel Omaleng, Selasa (17/11) di Hotel dan Resto Cenderawasih 66.

Reses dihadiri para ketua RT dan kepala kelurahan di Daerah Pemilihan (Dapil) II, yakni 11 Kelurahan diantaranya Kelurahan Kebun Sirih, Kelurahan Otomona, Kelurahan Sempan, Kelurahan Timika Indah, Kelurahan Pasar Sentral, Kelurahan Timika Jaya, Kelurahan Otomona, dan Kelurahan Dingo Narama. Dalam agenda resesnya ini, Politisi Partai Golkar ini juga berkesempatan memberikan bantuan paket sembako yang diterima oleh para lurah yang selanjutnya diteruskan kepada warga.

Dalam agenda reses ini, Robby mengatakan jika hal-hal teknis soal pembangunan maupun perbaikan sarana jalan dan drainase bisa diatur oleh Dinas  PUPR. Untuk pekerjaan pembuatan jalan, pengaspalan yang diharapkan dapat melibatkan masyarakat atau kontraktor di RT-RT sebutnya bisa saja dilaksanakan namun tetap mengacu pada aturan yang ada.

Masyarakat yang datang juga berharap agar ada pelatihan peningkatan kapasitas ibu-ibu dalam agenda PKK.

Dalam reses ini selanjutnya, sebut Robby, MCK dan fasilitas air bersih dikeluhkan oleh warga. Air yang dikonsumsi warga ini dikhawatirkan sudah tercemar oleh senyawa kimiawi. Untuk fasilitas pemasangan instalasi air bersih ini memang sampai saat ini masih terus dilaksanakan oleh pemerintah. Usulan lainnya yakni dari perwakilan warga dari Kelurahan Wanagon yang mengatakan jika selokan banyak yang sudah rusak akibat dari pembangunan dan pelebaran jalan. Dalam situasi covid-19 ini memang belum dilaksanakan perbaikan.

“Ini juga jadi usulan saya, namun anggaran dialihkan. Maka mudah-mudahan tahun depan bisa direalisasikan,” ujar Robby.

Warga lainnya mengatakan jika pekerjaan pembangunan dan pelebaran Jalan Cenderawasih yang merugikan warga akibat dari dibongkarnya pagar rumah harus diselesaikan semua. Warga juga mengeluhkan kekurangan bak penampungan sampah di Kelurahan Otomona.

Ditambahkanya, terkait dengan keamanan, khususnya terjadi banyak gangguan Kamtibmas akibat dari pelaku mengkonsumsi miras, maka yang perlu kita lakukan adalah penataan kembali, revisi Perda Miras dengan komitmen semua pihak. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat bersama elemen terkait kita harus bersama, sepakat untuk merevisi Perda Miras. Peran semua pihak ada.

Sementara itu, Yonas Wenda selaku Kepala Kelurahan Kebun Sirih mengusulkan agar pemindahan pedagang ke Pasar Sentral bisa dilakukan semuanya, karena masyarakat masih berdagang di Pasar Gorong-Gorong.

Selain itu menurutnya, masih saja da orang membangun rumah di pinggir kali yang mengakibatkan banjir, maka diharapkan agar ada pembangunan sarana drainase. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *