oleh

PB PON Papua Teken MoU dengan Pemilik Akomodasi

TIMIKA – Pemerintah Provinsi Papua terus menyiapkan berbagai persiapan untuk mensukseskan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Tanah Papua. Pemprov Papua melalui PB PON Papua, Senin (16/11) malam melaksanakan  penandatanganan naskah kesepahaman (MoU) antara PB PON Papua dengan pemilik akomodasi di Mimika.

Penandatanganan MoU dihadiri oleh Sekretaris Umum PB PON Provinsi Papua, Elia I Loupatty, Sekretaris Umum Sub PB PON Mimika, Cessar A Tunya, Ketua PHRI Mimika, Bram Raweyai serta perwakilan Pemilik Usaha Perhotelan di Mimika.

Bupati Mimika dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Umum Sub PB PON Mimika, Cessar A. Tunya mengatakan, akomodasi menjadi sorotan khusus bagi Sub PB PON Mimika menjelang pelaksanaan PON XX Papua. Berbagai persiapan terus dilakukan termasuk penginapan atlet dan official tim yang menjadi sorotan.

“Saya minta semua pihak yang terlibat agar dapat segera menuntaskan pekerjaannya masing-masing demi mencapai kesuksesan pelaksanaan PON,” ucapnya.

Ia menyebutkan, peandatanganan MoU adalah bentuk komitmen pemerintah Kabupaten Mimika yang siap dengan pelaksanaan PON XX Tahun 2021. Melalui penandatangan ini, PB PON dapat segera menggunakan fasilitas yang ada seperti hotel dan non hotel yang ada di Kabupaten Mimika.

“Mengingat kerja sama ini sangat penting, saya berharap dukungan penuh dari semua pihak yang terlibat, sehingga kita bisa menghadapi dan mengatasi kendala secara bersama–sama,” sebutnya.

Cessar berharap semua pihak terkait harus menunjukkan bahwa Kabupaten Mimika bisa dan siap menerima tamu serta masyarakat, sekaligus merepresentasikan bahwa Papua layak sebagai tuan rumah PON. “Kita harus meyakinkan mereka bahwa situasi di papua aman dan kondusif. Sehingga mereka bisa menikmati kebudayaan dan pariwista di Papua. Yang perlu kita jaga, bahwa saat kontingen pulang ke daerah asal, agar mereka bisa membawa sesuatu yang berkesan dari Mimika. Karena jadi tuan rumah ini adalah satu kehormatan untuk kita di Papua dari NKRI,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PB PON Papua, Elia I Loupatty saat pemaparan materi terkait akomodasi di Kabupaten Mimika mengatakan, Kabupaten Mimika memang salah satu kluster yang cukup siap untuk pelaksanaan PON XX Tahun 2021 mendatang.

“Ini perhelatan yang besar, di Mimika nanti ada 12 nomor pertandingan yang akan dihadiri sekitar 4.723 orang, belum termasuk penontonnya,” ungkapnya.

Ia menuturkan, bidang akomodasi mulai sekarang harus menghitung kebutuhan tempat tidur selama penyelenggara PON. Selain itu juga harus memastikan bahwa atlet, official, tamu VIP atau VVIP, panitia penyelenggara PB PON, Technical Delegate semua harus dipersiapkan dengan baik.

“Khusus teman-teman yang memiliki hotel, harus ada jasa laundry di dalamnya,” tuturnya.

Kata dia, Jenis akomodasi mulai hotel berbintang hingga non hotel. Dan untuk non hotel fasilitasnya harus setara dengan hotel bintang tiga.

“Untuk di Timika  kami sudah lihat dan sudah mengecek kebeberapa tempat yang ada. Kamar-kamar kami sudah cek, semua cukup baik. Sementara yang non hotel harus perlu dibenahi lagi dan diupayakan harus setara hotel bintang tiga,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, fasilitas akomodasi di Timika memang sudah mencukupi namun ada beberapa yang perlu di tata baik seperti di sentra pendidikan. Dan kalau untuk non hotel saya pikir kami akan usahakan  supaya setera dengan hotel bintang tiga. Yang perlu diketahui oleh teman-teman disini untuk akomodasi soal harga harus dibicarakan dengan baik.

Dari data yang diperolehnya, di Timika  yang masih kurang adalah tempat tidur dengan total mencapai  1.709.  Sementara yang datang ke  Timika cukup banyak. “Saya harap sentra pendidikan di SP 5 dapat didayagunakan dengan baik.  Karena di sana bisa menampung cukup banyak orang, hanya saja harus perlu direhab lagi,” terangnya.

Berdasarkan data yang diperoleh PB PON Papua untuk akomodasi  di kabupaten Mimika sejauh ini dengan rincian mulai dari ketersediaan tempat tidur untuk Hotel berbintang 1.162, Hotel Melati yang layak digunakan 676, Hotel Melati  yang perlu di Upgrade 536, Non hotel perlu tambahan perlengkapan, 526  Non hotel perlu rehab dan tambah perlengkapan 743.

“Jadi apabila diakumulasi, maka jumlah kamar yang tersedia mencapai 3.107 kamar. Sementara kebutuhan tempat tidur mencapai 4.816 tempat tidur,” tutp Elia. (itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *