oleh

Perencanaan Ekowisata Mangrove Masuk Tahap Finalisasi

TIMIKA – Meski pembangunan fisik kawasan ekowisata mangrove sudah dilakukan, namun Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melakukan beberapa perubahan pada perencanaan, termasuk desain. Tapi beberapa konsep awal masih digunakan, salah satunya desain lintasan yang menyerupai kepiting atau karaka.

Penyusunan perencanaan kawasan ekowisata mangrove di Pomako itu sudah masuk dalam tahap finalisasi atau penyempurnaan. Sehingga pada Rabu (18/11) kemarin bertempat di ruang rapat Bappeda Mimika, dilakukan seminar akhir dimana pihak konsultan memaparkan Survei Investigasi Desain (SID) dan Detail Engineering Design (DED).

Ini merupakan seminar ketiga. Sebelumnya sudah dilakukan seminar pendahuluan dan seminar antara untuk menampung masukan dan koreksi dari Pemda Mimika terkait perencanaan pembangunan ekowisata mangrove. Bahkan dalam seminar akhir kemarin masih ada koreksi yang harus diperbaiki oleh pihak konsultan.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Ir Syahrial, MM dalam arahannya meminta pihak konsultan tidak merubah perencanaan yang sudah dibuat oleh Dinas Pariwisata sebelumnya. Sebab bangunan atau fasilitas yang sudah dibangun tidak mungkin dibongkar. Hanya perlu diselaraskan.

Dari sisi lingkungan, Syahrial menekankan agar mangrove harus tetap terjaga. Caranya tidak terlalu banyak menimbun yang bisa menghambat air, karena itu bisa membuat mangrove jadi mati. “Jangan sampai mangrove kita mati karena penimbunan, akhirnya bukan melestarikan, tapi mematikan,” tegasnya.

Pembangunan kawasan ekowisata mangrove lanjutnya, membutuhkan biaya yang cukup besar. Jika hanya mengandalkan APBD maka itu sulit. Menurutnya, pihak investor bisa dilibatkan untuk membangun fasilitas seperti resort yang memang masuk dalam perencanaan serta fasilitas lain oleh pihak swasta.

Dari perencanaan yang disusun pihak konsultan, setidaknya ada 20 fasilitas yang akan dibangun. Mulai dari pintu gerbang, papan nama kawasan, area parkir, kantor pengelola dan ruang display, pos jaga, ruang tunggu dan tiket.

Ada juga souvenir shop, klinik kesehatan, dermaga perahu wisata, titian/tracking, gazebo, bangku istrahat dan pergola, restoran umum, restoran semi publik, cottage/home stay, ruang bermain anak, ruang serbaguna, toilet umum, area mancing dan instalasi air bersih. Tapi untuk instalasi air bersih disarankan tidak perlu bangun baru tapi memanfaatkan fasilitas yang sudah ada di kawasan PPI Pomako. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *