oleh

Banyak Terima Laporan KDRT Reskrim Polsek Miru: Kalau Tak Ada Jalan Tengah, Kita Proses Hukum

TIMIKA – Kepolisian Sektor Mimika Baru hampir setiap harinya menerima laporan mengenai kekerasan dalam rumah tangga, yang terjadi di wilayah Hukum Polsek Miru. Namun, kasus ini banyak diselesaikan dengan cara mediasi, asalkan kedua belah pihak menemui kata sepakat.

Kanit Reskrim Polsek Miru, Ipda Rumthe Yongki Ateng, Rabu (18/11) lalu menjelaskan, biasanya, dalam hal kasus KDRT yang dilaporkan ke Polsek Miru, akan dilihat dulu latar belakang kedua pihak yang bertikai. Yakni sah tidaknya pernikahan kedua pihak.

“Kalau misalnya kedua belah pihak pernikahannya sudah sah, nikahnya tercacat di Disdukcapil dan nikah gereja misalnya, kami langsung arahkan ke Unit PPA di Polres Mimika. Karena kita tidak ada penanganan PPA,” ujarnya.

Meskipun tidak menyebutkan jumlah laporan yang diterima pihaknya secara pasti, ia menyampaikan, dalam hal kasus KDRT, kebanyakan penyelesaian kasusnya dilakukan dengan cara melakukan mediasi. Hal itu pun dilakukan setelah ada persetujuan dari kedua belah pihak.

“Kalau misalnya jalan mediasi diterima kedua belah pihak, kita buatkan surat pernyataan untuk kedua belah pihak agar tidak terjadi hal-hal yang sama-sama tidak diinginkan kedepannya,” ungkapnya.

Namun jika KDRT tersebut terus terjadi, maka pihaknya akan mengambil langkah hukum.

“Kalau tidak ada jalan tengah, atau itu selalu berulang, berarti kita bisa lakukan penegakan hukum,” tutup Ipda Rumthe. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *