oleh

Freeport Bangun Pusat Grosir di Otakwa dan Manasari

TIMIKA – Untuk memudahkan masyarakat di Kampung Otakwa, Manasari dan sekitarnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok dan keperluan rumah tangga, PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) membuka pusat grosir dan kios di Kampung Otakwa dan Manasari, Distrik Mimika Timur Jauh yang mulai beroperasi sejak Jumat (13/11) lalu.

Dalam menjalankan program pengembangan ekonomi bagi masyarakat Suku Kamoro yang hidup di wilayah pesisir bagian timur Mimika, PTFI bermitra dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dan Keuskupan Timika.

“Tentu kami dari perusahaan berharap hal ini bisa berjalan baik, kebutuhan bahan pokok masyarakat dapat terpenuhi, beberapa kebutuhan lain seperti BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk perahu motor, juga bisa didapatkan disini, karena selain kios juga ada Pom Mini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk masyarakat,” jelas Soni Zonggonao, Superintendent Community Economic Development PTFI saat memberikan keterangan kepada media di Hotel dan Resto Cenderawasih 66, Kamis kemarin.

Pom Mimi yang juga dihadirkan di Kampung Otakwa dan Manasari untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan bakar.

Harga Sama dengan di Timika

Pembangunan pusat grosir dan kios di dua kampung di wilayah Mimika Timur Jauh, sengaja dipilih untuk memudahkan masyarakat di wilayah pesisir dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, tanpa perlu pergi jauh ke kota Timika  yang menghabiskan banyak waktu dan biaya juga untuk menghindari risiko di perjalanan.

Pembanguanan pusat grosir di kampung ini, juga sebagai bagian dari komitment PTFI dalam rangka  mendukung program pemerintah untuk menjadikan Otakwa sebagai pusat ekonomi di wilayah Timur, yang manfaatnya akan melayani masyarakat dari Distrik Agimuga, Distrik Jita dan kampung-kampung di sekitar distrik Mimika Timur Jauh.

Pusat gorsir dan kios ini menjual barang-barang keperluan sembako, sarana nelayan seperti jaring, cooler box, motor tempel dan ketinting. Bahkan material bangunan, peralatan ibadah, es batu, alat alat sekolah, pakaian, hingga bahan bakar juga tersedia. Harga jualnya dipastikan sama dengan Timika. Seperti beras Rp 11 ribu per kilogram dan bahan bakar minyak Rp 10 ribu per liter.

Kepala Distrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame mengungkapkan, dengan dibangunnya pusat grosir dan kios ini, sudah sejalan dengan apa yang direncanakan pemerintah, yaitu pemerataan ekonomi dan penguatan ekonomi kampung.

“Maka dari itu pemerintah daerah sangat mendukung didirikannya kios kampung ini. Dengan bantuan dari Freeport yang berkolaborasi dengan Gereja Katolik Keuskupan Timika dalam program ini, saya yakin kedepannya akan menjadi lebih baik. Masyarakat saya di kampung ini bisa memenuhi kebutuhan keseharian mereka dengan harga yang sama dengan di tempat lain (di kota), semua yang mereka butuhkan ada disini,” ungkap Yulius.

Benyamin Meo, selaku Pimpinan Koperasi Maria Bintang Laut (KMBL) menjelaskan, kerjasama dengan PTFI sudah berjalan sejak Tahun 2006. Dimana KMBL merupakan perpanjangan tangan dari Gereja Katolik Keuskupan Timika.

PTFI dan KMBL sudah menjalankan program pengembangan ekonomi masyarakat sejak lama. Salah satunya menampung ikan hasil tangkapan nelayan sehingga tidak perlu jauh ke kota, karena sudah ada cold storage berdaya tampung 60 ton untuk menampung. Apalagi dengan adanya kios sekarang ini akan lebih membantu. Ikan masyarakat akan dibeli dengan harga yang sama di tempat lain. “. Masyarakat bisa bawa hasil tangkapan ikan, karaka dan lain-lain, kami siap menampungnya,” kata Beny Meo, sapaan akrab Benyamin Meo.

Program pengembangan ekonomi masyarakat ini juga akan dilakakukan berkelanjutan. Bahkan dalam waktu dekat akan dilakukan pelatihan bagi masyarakat.

Manasari dan Otakwa merupakan salah satu dari beberapa kampung yang mendapat perhatian serius dari PTFI karena merupakan area terdampak. Sebelumnya program di bidang pertanian dan perkebunan sudah dijalankan salah satunya penanaman kelapa dan tanaman pangan lainnya.

Peresmian pusat grosir dan kios ini diawali dengan pemberkatan oleh Pastor Stefanus Sabinus dari Paroki Mapurujaya, dilanjutkan dengan gunting pita yang dilakukan bersama oleh Kadistrik Mimika Timur Jauh, Yulius Katagame, Valentinus Mitowo, bersama masyarakat setempat. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *