oleh

Lima Klasis KINGMI Dukung Pembangunan Gereja Mile 32

TIMIKA – Kebijakan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH untuk membangun gedung gereja di Mile 32 sejak awal menuai sorotan. Tapi tak sedikit pula yang mendukung, terutama umat KINGMI sendiri. Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua, merupakan salah satu gereja terbesar di Papua. Jemaatnya tersebar mulai dari pesisir pantai sampai ke pegunungan.

Bahkan, di tengah isu seputar dugaan korupsi yang sekarang ini mencuat, dukungan dari para tokoh Gereja KINGMI masih terus disuarakan. Seperti lima klasis di bawah koordinator wilayah Puncak Papua Selatan yakni Klasis Mimika, Klasis Tembagapura, Klasis Jila, Klasis Hoeya dan Klasis Alama.

Koordinator Gereja KINGMI wilayah Puncak Papua Selatan, Pdt Nikolaus Mom mengatakan, umat membutuhkan gedung gereja dalam rangka pembinaan iman dan kerohanian. Sehingga menurutnya gereja merupakan salah satu kebutuhan utama.

Sebagai pimpinan gereja, Nikolaus sangat mendukung dan memberi apresiasi kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng yang sudah membangun gedung gereja di Mile 32. Apalagi gedung yang dibangun konstruksinya megah dengan konsep honai yang nantinya menjadi tempat umat berkumpul.

“Sebagai pimpinan gereja di tanah Amungsa ini, kami sangat memberikan apresiasi kepada Bapak Bupati yang sudah membangun gedung gereja yang nantinya akan menjadi ikon utama, sejarah, sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa kami ada di sini sebagai orang asli Papua,” ujar Nikolaus.

Nikolaus juga mengatakan gedung gereja dengan kapasitas besar sangat dibutuhkan sebagai tempat berkumpulnya umat. Apalagi gereja KINGMI kerap menggelar kegiatan baik tingkat sinode, koordinator hingga klasis yang berpusat di Timika. Dimana ribuan umat hadir sehingga dibutuhkan gedung yang besar.

Hadirnya gedung gereja di mile 32, menurutnya sekaligus menjawab kebutuhan itu. Klasis Mimika saja membawahi 55 jemaat termasuk pos pelayanan iman, tentu memiliki anggota jemaat yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan gedung yang memadai. “Jadi kami layak membangun gedung gereja itu karena kami ada di sini,” tegasnya.

Nikolaus menyatakan, tokoh agama bersama tokoh masyarakat mendukung pembangunan gereja dilanjutkan hingga selesai. Sebab pembangunan sudah dilakukan beberapa tahun sehingga harus diselesaikan dengan harapan bisa digunakan tahun depan.

Dukungan juga diutarakan kaum intelektual Amungme, Nalio Jangkup. Kepada awak media Kamis (19/11), Nalio menjelaskan, sebelum terpilih menjadi kepala daerah di Mimika, Bupati Eltinus Omaleng sudah merencanakan pembangunan. Ketika menjabat, pembangunan dimulai dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Nalio meminta pembangunan gereja tidak boleh dipolitisasi, apalagi dengan situasi sekarang ia menduga ada pihak yang memanfaatkan untuk menjatuhkan Bupati yang merupakan umat KINGMI. “Kenapa gereja dibuat semegah mungkin dan bertingkat? karena itu adalah salah satu jati diri kami sebagai orang Amungsa. Jika suatu saat nanti orang lain yang naik menjadi bupati maka gereja tersebut akan menjadi kenangan dan menjadi salah satu ikon kota Timika. Kedepan segala pembangunan gereja jangan dihalang-halangi lagi dan jagan saling menjatuhkan. Marilah kita sama-sama membangun kota Timika ini dengan suatu harapan yang pasti,” pungkasnya. (rdr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *