oleh

Masyarakat Harap Pemerintah Aspal Dua Gang di Kelurahan Kwamki

TIMIKA – Masyarakat meminta kepada pemerintah daerah untuk segera mengaspal jalan di Gang Komodo dan Gang Sentani Kelurahan Kwamki, Distrik Mimika Baru. Harapan agar pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR agar bisa mengaspal jalan di dua gang ini disampaikan oleh warga yang tinggal di RT 11 Kelurahan Kwamki dalam agenda Reses II Anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Rizal Pata’dan, Kamis malam (19/11) di Gang Komodo.

Selain permintaan agar jalan diaspal, masyarakat juga mengeluhkan persoalan sampah dan lampu penerangan jalan.

Ketua RT 11 Noach Kafiar mengatakan kondisi jalan yang ada di Gang Komodo sudah cukup lama dalam kondisi rusak. Dengan jalan yang sudah rusak ini, menyebabkan aktivitas masyarakat cukup terganggu. Mengingat jalan di Gang Komodo merupakan akses masyarakat yang sudah sangat lama tidak diperhatikan oleh pemerintah.

“Kami harap Gang Komodo ini bisa diaspal. Gang ini adalah akses yang sudah lama dibanding gang lain. Kami harap pak dewan bisa perjuangan aspirasi ini,” ujarnya.

Selain pengaspalan gang, Masyarakat kata Noach, juga mengeluhkan susahnya buang sampah, sebab Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berlokasi persis di Jalan masuk lorong Komodo yang cukup jauh. Masyarakat sebutnya berharap agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa menyediakan gerobak sampah yang dapat digunakan untuk menjemput sampah dari rumah-rumah masyarakat.

Menanggapi masukan dan usulan tersebut, Rizal mengatakan hal ini akan diperjuangakn dan akan dikoordinasikan dengan dinas teknis.

Dikatakan, mengenai jalan di dua gang yang ada di RT 11 ini akan menjadi atensi dan perhatiannya serta akan mendorong program ini menjadi program prioritas.

“Saya pastikan bahwa tahun ini jalan di Gang Komodo ini akan diaspal. Dan secara bertahap jalan Gang Sentani juga akan dikerjakan. Terkait hal ini mohon warga bersabar dan berikan saya kesempatan untuk perjuangkan hal ini kepada pemerintah,” sebutnya.

Sedangkan untuk persoalan sampah, tambahnya akan segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup yang bertanggungjawab soal penanganan sampah. Pemerintah memang bisa mengatasi soal sampah dengan adanya bantuan gerobak sampah kepada setiap kelurahan dengan tujuan untuk bisa membantu warga di Kelurahan kelurahan.

“Kalaupun masih terbatas, nanti coba saya berkoordinasi dengan OPD teknis agar armada gerobak sampah bisa ditambah dan dianggarkan. Namun untuk inisiatif warga untuk menangani sampah adalah membuat tong-tong sampah dari drum di beberapa titik untuk kemudian diangkut oleh petugas,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *