oleh

Masyarakat Nduga di Timika Gelar Ibadah Syukur, Kenang Bupati Nduga Yairus Gwijjangge

TIMIKA – Sejumlah masyarakat Nduga di Kabupaten Mimika menggelar ibadah syukur dalam rangka mengenang Bupati Nduga, Alm Yairus Gwijjangge di sekitar Gereja Betesda Jalan Hasanuddin – Swakarsa. Selain melaksanakan bakar batu, digelar juga ibadah yang dipimpin oleh pendeta Matius Kalelembang, STh MTh, Jumat (20/11) siang.

Kepada wartawan, keluarga Alm Yairus Gwijjangge, Paulus Gwijjangge mengatakan, ibadah syukur serupa dilakukan pula di sejumlah tempat di Timika. Sementara ia memastikan penutupan duka sudah dilakukan di Kabupaten Nduga. “Tapi kami di Timika bukan penutupan duka cuman ibadah syukur,” ujarnya.

Paulus menyampaikan pula, ibadah ini dilakukan karena masih adanya masyarakat, yang tidak kebagian untuk terbang menuju Kabupaten Nduga. Hal itu dikarenakan banyaknya orang yang belum mempunyai KTP. Bahkan ada yang terhalang karena tidak mempunyai administrasi pemeriksaan Covid-19.

Ia mengatakan, pihaknya juga sengaja mencetak dua buah spanduk yang menggambarkan sosok Alm Yairus Gwijjangge, karena ia mengaku kebanyakan orang termasuk dirinya belum pernah melihat yang bersangkutan secara langsung. “Sehingga spanduk ini sebagai pengingat bahwa inilah orangnya. Yang sebagai perintis dan sebagai masterplan untuk kabupaten Nduga,” ungkap Paulus.

Di sisi lain ia menyampaikan, banyak Jemaat Betesda yang menunggu proposal yang diajukan kepada Bupati Nduga Alm Yairus Gwijjangge saat masih hidup. Karena kini telah meninggal, pihaknya menilai belum tahu harus bagaimana lagi soal pembangunan gereja Betesda mendatang.

“Acara yang sama juga digelar di SP V, Kwamki Narama, SP I dan Kilometer XI,” sebutnya.

Sebagai keluarga yang ada di Timika, ia menilai ibadah seperti ini penting dilakukan. Ibadah ini dilakukan agar diketahui masyarakat. “Apalagi harapan kami cuma beliau untuk bangun masyarakat punya gereja. Namun karena meninggal, kita belum tahu mau bawa kemana lagi proposal itu karena sudah tidak ada orangnya. Saya sebagai keluarga juga bertanggung jawab untuk menyaksikan ibadah syukur ini,” tutup Paulus Gwijjangge. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *