oleh

Pengaspalan Jalan dan Rumah Sehat Dibutuhkan Masyarakat Ayuka

TIMIKA – Anggota DPRD Kabupaten Mimika dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Amandus Gwijangge, melaksanakan agenda Reses II di Kampung Ayuka Distrik Mimika Timur Jauh, Jumat (20/11). Agenda resesnya ini dilakukan setelah sebelumnya mengunjungi Kampung Amamapare di Distrik Mimika Timur Jauh. Pada reses di Kampung Ayuka ini, usulan masyarakat yang disampaikan kepada Anggota Komisi C ini adalah kebutuhan pengaspalan jalan kampung dan penambahan rumah sehat.

Amandus mengatakan, reses ini sendiri digelar untuk menyerap aspirasi dari masyarakat demi perkembangan kampung.

“Apa yang diusulkan ini saya akan berusaha agar bisa diakomodir oleh pemerintah lewat program kerjanya baik dari sisi pembangunan, kesehatan, pendidikan dan perekonomian. Atas aspirasi yang sudah masuk ini, jika Tuhan kehendaki akan terjawab, karena saya akan masukan ini dalam Pokir untuk program kerja bagi pemerintah di Tahun 2021. Saya akan berusaha perjuangkan aspirasi yang sudah masuk ini,” jelas Amandus.

Dalam kesempatan reses ini, salah satu masyarakat, Philipus Teanipia mengusulkan pengaspalan dari Tipuka ke Ayuka, serta penambahan rumah sehat, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Perumahan yang ada atas bantuan dari PT Freeport kini sudah mengalami kerusakan atap seng serta fasilitas jamban yang juga sudah rusak. Agar masyarakat bisa nyaman, bisa juga perumahan yang ada direhab. Philipus juga mengatakan jika gedung gereja yakni atap dan kaca bangunan sudah rusak jadi diharapkan bisa diperbaiki.

Masyarakat lainnya, Robertus Muka mewakili mama-mama mengatakan dari tahun ke tahun tidak dapat bantuan Kementerian Sosial. “Maka, tolong fasilitasi untuk dapat bantuan BLT. Masyarakat sudah usulkan tapi belum ada jawaban yang pasti. Di Kampung Ayuka ada 5 RT juga diharapkan ada penambahan perahu fiber untuk setiap RT. RT 5 juga disebutkan belum ada fasilitas air bersih menyebabkan anak-anak sering tidak mandi ketika ke sekolah karena hanya air sungai yang tidak bersih,” ujarnya.

Usulan lain yang disampaikan oleh Stefanus yakni penimbunan Balai Kampung Ayuka dan rehab bangunan agar aparat Bamuskam bisa bekerja di balai ini dengan baik. Untuk anak-anak sekolah sampai saat ini belum ada informasi kapan akan tatap muka di sekolah. Anak-anak juga tidak belajar di rumah karena keterbatasan teknologi. Diharapkan Dinas Pendidikan bisa turun sosialisasi untuk mengisi waktu anak-anak tetap bisa belajar di masa Covid-19. Masyarakat juga berharap guru-guru bisa menetap di kampung dan tidak pulang-pergi ke Timika-Ayuka karena di sini sudah ada perumahan untuk guru.

Usulan dalam reses dengan permintaan dari Ricardus yang berharap agar pemerintah bisa melakukan penimbunan di sekitar perumahan masyarakat, karena kondisi halaman sangat rendah dan bisa dimasuki oleh hewan berbisa seperti ular. Masyarakat pun berharap agar ada bantuan komputer dan printer untuk kepentingan kampung dalam keperluan administrasi. Satu lagi yang diusulkan yakni alat musik untuk gereja.

Reses II Amandus Gwijangge ditutup dengan usulan dari Hegenius Amareyau yang berharap agar ada pembukaan rekening untuk keperluan bantuan sosial dari Kementerian Sosial.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *