oleh

Penimbunan Jalan dan Rumah Sehat Jadi Aspirasi Masyarakat Mioko

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika diharapkan dapat melakukan penimbunan jalan dan membangun perumahan sehat bagi masyarakat di Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah. Dua usulan yang diharapkan oleh masyarakat dapat dilaksanakan oleh pemerintah ini terungkap dalam agenda Reses II yang dilaksanakan oleh Anggota DPRD dari Komisi B M Nurman S Karupukaro di Daerah Pemilihan (Dapil) 6 yakni di Kampung Mioko, Minggu (15/11).

Nurman yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Mimika ini menerima sejumlah aspirasi yang langsung disampaikan oleh masyarakat Kampung Mioko di bangunan lama gedung gereja St Blasius Mioko.

Beberapa aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat sebut Nurman, diantaranya yakni meminta kepada Dinas PUPR agar melakukan penimbunan jalan yang sebelumnya terdampak banjir. Jalan antara Logpond dan Mioko di sepanjang kurang lebih 4 kilometer ini putus akibat dari banjir beberapa waktu lalu. Untuk itulah, masyarakat berharap agar pemerintah bisa menimbun jalan ini agar masyarakat bisa beraktivitas kembali melalui jalan tersebut.

“Aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada dinas PU untuk tahun anggaran 2021 agar dimasukan penimbunan jalan yang terdampak banjir, jalan ini sudah terputus karena banjir, jalan antara Logpond dan Mioko kurang lebih 4 km ini yang masyarakat minta ditimbun,” jelas Nurman.

Selain penimbunan, masyarakat juga berharap ada pembangunan perumahan sehat. Kebutuhan perumahan sehat ini diharapkan dapat dikabulkan oleh pemerintah sebab masyarakat sebagian besar masih menghuni rumah-rumah yang kurang layak.

Pada kesempatan reses ini juga, masyarakat kata Nurman berharap kepada pihak PLN diminta untuk segera mengatasi bentangan kabel yang melintasi sungai Kamoro yang saat ini sudah kendor dan setiap banjir kurang lebih dari permukaan air ke kabel listrik hanya 1 meter.

Mengenai permasalahan ini, kata Nurman ia langsung menyurati pihak PLN agar bisa melihat masalah ini dan segera menanganinya. “Kami sudah Surati PLN untuk melindaklanjuti apa yang dikeluhkan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat juga kata Nurman, meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan supaya tidak memproyekan penataan sagu yang akibatnya akan merusak bibit sagu dan sagu yang tumbuh dengan sendirinya. Dengan membuat kanal di sekitar hutan sagu yang akan dilaksanakan oleh pemerintah, ditolak masyarakat karena akan merusak sagu itu sendiri.

Ditambahkanya, masyarakat pun sangat berharap agar para tenaga medis bisa segera kembali bertugas ke Pustu Mioko. Sebab, sudah hampir enam bulan tidak ada pelayanan kesehatan di Pustu Mioko. “Tenaga medis yang selama ini meninggalkan tempat tugas, masyarakat berharap agar kembali ke Pustu Mioko karena sudah enam bulan tidak ada di tempat tugas,” jelas Nurman.

Menjawab beberapa aspirasi masyarakat ini tambah Nurman, khusus untuk penimbunan jalan ia sudah masukan ke Pokir 2021. Usulan ini sebutnya jadi prioritas karena dampak banjir sampai di Mioko.

Dalam kesempatan resesnya, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Nurman juga menyerahkan bantuan berupa sembako karena belum banyak masyarakat yang bisa beraktivitas di luar kampung. Juga diserahkan alat olahraga berupa bola voli, net dan bola kaki serta uang untuk persiapan Natal sebesar Rp 5 juta. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *