oleh

Tiga Terdakwa Pencurian Alat Gereja Mile 32 Mulai Jalani Persidangan

Tiga terdakwa kasus pencurian alat musik gereja masing-masing berinisial SS alias E, M alias T dan LUW alias D akhirnya mulai jalani sidang perdana di PN Kota Timika. Dalam sidang perdana yang digelar Kamis (19/11), Jaksa Penutut Umum, Imelda Simbiak, SH membacakan dakwaan terhadap tiga terdakwa dihadapan majelis hakim antara lain Muhammad Irsyad Hasyim SH, Wara LM Sombolinggi, SH dan Sarmaida ER Lumban Tobing, SH yang memimpin jalannya sidang.

Dalam dakwaan, Jaksa Imelda Simbiak menilai, ketiga terdakwa telah melanggar pasal 363 ayat (1) keempat karena diduga bersalah telah mengambil barang, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan milik jemaat Gereja Pantekosta Mile 32 dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu.

Dijelaskan, kejadian ini bermula pada Minggu 31 Mei 2020 silam ketika SS dan LUW datang ke rumah M di Jalan Pattimura sekitar jam sebelas malam. Selanjutnya ketiganya kemudian bergerak ke Gereja Pantekosta Mile 32 sekitar pukul satu tengah malam. Sampai di gereja yang dimaksud, M bertugas menunggu di depan sedangkan dua terdakwa lainnya SS bersama LUW masuk ke area gereja, dan menemukan satu buah jendela yang tidak terkunci rapat.

SS dan LUW kemudian masuk melalui jendela yang dimaksud, dan mengambil sejumlah barang elektronik di dalam gereja berupa satu unit infocus merek Epson, satu buah gitar bass merek Fender, satu buah gitar merek Xcort, satu unit receiver soundcrass, satu receiver SR 45, satu unit graphic equalizer 231 XL, satu unit equalizer 1231 XL, satu unit equalizer Black Spider, Satu unit keyboard merek Yamaha.

Para terdakwa kemudian membawa lari barang-barang tersebut menuju salah satu lokasi pemecah batu, dan kemudian membawanya lagi dekat dengan Bundaran SP II. Sampai akhinya barang-barang tersebut dibawa ke Jalan Busiri Ujung. Di Jalan tersebut, barang bukti berupa keyboard dan gitar disembunyikan di balik semak-semak, sedangkan sejumlah unit barang lainnya disembunyikan di rumah terdakwa M di Jalan Pattimura.

“Barang-barang ini sendiri digunakan untuk kegiatan ibadah hari Minggu dan hari-hari ibadah lainnya. Dan menurut pengakuan pendeta setempat, gereja merugi senilai Rp 49,5 juta akibat kehilangan barang-barang tersebut,” ujar Jaksa Imelda Simbiak dalam sidang.

Sidang ini sendiri rencananya akan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi pada pekan depan. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *