oleh

Hibah untuk Organisasi Keagamaan dan Tailing Jalan Jadi Aspirasi Masyarakat di Reses Iwan Anwar

TIMIKA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika diminta untuk mengalokasikan dana hibah dari APDB setiap tahun kepada organisasi keagamaan, serta kebutuhan pembangunan baik tailing maupun pengaspalan jalan dan gang perumahan masyarakat. Dua permintaan dari beberapa usulan ini disampaikan oleh masyarakat dari Dapil II dalam agenda Reses II yang digelar oleh H Iwan Anwar, SH MH, politisi Partai Golkar, Sabtu (21/11) di Jalan Yos Sudarso.

Sekretaris MUI, Abdul Syakir mengatakan pihaknya berharap ada dana operasional untuk MUI Kabupaten Mimika, karena banyak kegiatan-kegiatan seperti fatwa untuk umat dan dalam rangka peningkatan SDM khususnya untuk para da’i. Diharapkan juga ada insentif untuk para da’i.

Sementara itu Ben Kobogau selaku Ketua RT 10 Kelurahan Perintis, mengakui jika kawasan Perintis ini ada dua anggota dewan. Namun jalan belum ditailing. Hal senada juga diungkapkan oleh Ismail selaku Ketua RT 11 Wanagon, yang berharap jalan ditailing dan jembatan diperbaiki.

Masyarakat juga mengeluhkan soal harga komoditi pertanian yang turun, jadi berharap kepada dinas terkait untuk melakukan pengawasan.

Pertanyaan lainnya yakni mengenai keberadaan Pasar Gorong-Gorong yang tidak diperbolehkan, karena pedagang khususnya yang datang dari Porsite jauh jika harus ke Pasar Sentral, uang mereka habis untuk bayar ojek.

Belum dibayarkannya honor untuk ketua-ketua RT mulai Januari sampai November, juga muncul ke permukaan. Rp 1,8 juta per tri wulan disebutkan belum direalisasikan pemerintah.

Menanggapi persoalan-persoalan tersebut, H Iwan mengatakan untuk masalah lainnya yang dialami oleh organisasi agama memang patut mendapatkan dana hibah. “Kami akan sampaikan hal ini kepada pemerintah. Untuk jalan sudah dimasukan ke Pokir, mudah-mudahan bisa diakomodir di program tahun depan,” jelas H Iwan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *