oleh

TNI Minta Dukungan Basarnas Maksimalkan Pencarian Prada Hengky

TIMIKA – Upaya pencarian terhadap hilangnya seorang anggota TNI, Prada Hengky Sumarlin Zai di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura sejak sepekan lalu masih terus dilakukan hingga Selasa (24/11) kemarin. Kodim 1710/Mimika juga telah berkoordinasi dengan Basarnas Timika untuk memaksimalkan proses pencarian.

Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Yoga Cahya Prasetya, Selasa kemarin mengatakan, sebelumnya Kodim 1710 Mimika sudah memberikan surat untuk bantuan pencarian terhadap Prada Hengky. Namun, hingga kemarin jajaran TNI masih melakukan pencarian secara mandiri. “Kalau kondisinya memungkinkan, nanti kita juga ajak tokoh masyarakat untuk naik ke atas dan melakukan pencarian,” ujarnya.

“Untuk Tim SAR itu kita sudah berikan surat. Hari ini saya mau komunikasikan lagi untuk perbantuannya,” sambung Letkol Yoga.

Ia sendiri menyatakan belum mengetahui penyebab pasti hilangnya Prada Hengky. Sebab, saat sebelum hilang, Prada Hengky dan anggota lainnya sedang melaksanakan patroli. Hanya saja, Dandim menyebut hilangnya anggota dari Yonif 756/WMS tersebut bukan di area sungai, melainkan di wilayah dataran.

“Karena pelaksanaan patrolinya bukan menyebrang sungai, tidak masuk ke air juga. Hanya daratan. (anggota) Lagi patroli, pas menengok ke belakang, ternyata (Prada Hengky) sudah tidak ada. Itu yang masih kita cari datanya,” ungkapnya.

“Memang ada aliran air di sekitar situ. Tapi, jarak yang bersangkutan dengan air itu masih jauh. Tapi tiba tiba bisa hilang,” sambung Letkol Yoga.

Ditempat terpisah, Asops Kogabwilhan III, Brigjen TNI Suswatyo juga menyebut jika upaya pencarian terhadap Prada Hengky masih dilakukan. Pihaknya juga berharap prajurit yang hilang tersebut bisa segera ditemukan.

Brigjen Suswatyo juga memastikan, sebelum hilangnya Prada Hengky, tidak ada kontak tembak yang terjadi. “Karena memang kasus seperti itu pernah terjadi. Ya banyak hal dugaannya. Yang jelas tidak ada kontak tembak. Bisa jadi karena mungkin mereka terpisah dari pasukan sehingga mereka tidak membawa kompas tidak membawa peta. Sehingga mereka tersesat,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *