oleh

Sejumlah Nama Jalan Bakal Diubah

TIMIKA – Penataan kota tidak terlepas dari kebijakan tata ruang yang terintegrasi dengan wilayah lain di sekitarnya. Penataan jalan dalam konteks tata ruang tidak hanya menata kota dengan pembangunan dan pengembangan infrastruktur, tetapi juga menyangkut penamaan jalan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mimika, tengah melakukan klarifikasi kembali nama jalan pada enam distrik. Diantaranya Distrik Iwaka, Kuala Kencana, Mimika Barat Jauh, Mimika Baru, Mimika Timur dan Wania.

Sejumlah nama jalan digadang-gadang akan mengalami perubahan. Jalan yang belum memiliki nama juga akan ditetapkan lewat Peraturan Daerah (Perda) yang diturunkan dalam Keputusan Bupati Mimika nantinya.

Dinas PUPR tengah menyiapkan rancangan Peraturan Daerah yang ditarget bisa diusulkan tahun depan. Saat ini masih dalam tahapan penyusunan naskah dan dokumen. Bertempat di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (25/11) kemarin, digelar seminar antara oleh Dinas PUPR.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulius Sasarari yang membuka kegiatan mengatakan banyak jalan yang sudah dibangun baik jalan kabupaten maupun lingkungan. Tapi belum memiliki nama yang ditetapkan dalam keputusan bupati.

Untuk itu ia mendorong agar pemberian nama jalan harus benar-benar dikaji. Menurutnya nama jalan harus memiliki historis atau dasar. Seperti nama pahlawan, tokoh nasional, tokoh Papua yang berjasa bagi daerah hingga nama-nama hewan dan tanaman.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR, Pieter Edoway mengatakan baru 309 nama jalan di Kota Timika yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah seperti Jalan Cenderawasih, Jalan Budi Utomo, Jalan Yos Sudarso dan jalan utama lainnya.

Sebagian besar nama jalan juga diberikan oleh warga setempat. Nama-nama jalan itu sudah diinvetarisir oleh Dinas PUPR dari empat distrik yakni Kuala Kencana, Mimika Baru, Iwaka dan Wania. “Kita ambil, kita sudah temukan semua jalan yang namanya belum di-Perda-kan kita mau sahkan jadi nama jalan yang jelas baik jalan utama maupun jalan gang,” terangnya.

Nama jalan yang sudah ada dipastikan tidak diganti. Tapi tetap dilakukan klarifikasi karena banyak nama jalan yang masih sama meskipun beda wilayah. Kemudian kata Piet, jalan yang baru dibuka akan dicari namanya dengan mengusung nama-nama lokal. Seperti Jalan Petrosea-Hasanuddin, Jalan Hasanuddin tembusan Brigif.

Piet mengatakan, penyusunan Raperda itu diupayakan bisa selesai tahun ini. Tapi sebelum didorong ke DPRD terlebih dahulu dilakukan diskusi publik melibatkan OPD terkait, DPRD hingga tokoh masyarakat. “Kita sedang data semua jalan di distrik untuk kita beri nama yang ditetapkan lewat Perda,” tandasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *