oleh

Belasan ASN Adukan Nasibnya ke Komisi A Ingin Kembalikan Nama Baik

TIMIKA- Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya bekerja di Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD, menginginkan nama baik mereka kembali, pasca dimutasikan karena dugaan sabotase pada kegiatan Rapat Paripurna penetapan LKPJ 2019.

Belasan pegawai dari beberapa bagian di Setwan DPRD ini mengadukan nasib mereka kepada Ketua Komisi A DPRD, Daud Bunga dan para anggotanya, Selasa (27/10) di ruang rapat Komisi A.

Mewakili para ASN, Nela Manggara, SE MSi mengungkapkan jika ke-43 orang di antaranya 15 ASN dan 23 tenaga honor dimutasikan, diketahui pada tanggal 19 Oktober lalu. Di mana, pihak Badan Kepegawaian mengantar surat mutasi kepada ASN.

Nela Manggara yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan Setwan DPRD ini mengaku, jika ia akan tetap ke Bagian Umum Setda Kabupaten Mimika setelah merampungkan tugas dan tanggung jawabnya, pada laporan pertanggungjawaban kegiatan-kegiatan dewan. Namun, tetap saja ia dipindahkan walaupun sudah memberikan penjelasan.

“Saya bilang belum bisa keluar karena laporan pertanggungjawaban kegiatan dewan yang belum. Kalau saya sudah selesaikan, saya siap dipindahkan ke dinas lain. Status saya di Sekretariat Daerah,  nama saya ada dalam daftar 43 orang yang dimutasi,” jelas Nela.

Nela yang sampai saat ini, masih menduduki jabatan eselon III selama 17 tahun berkarir sebagai ASN ini, mengaku setiap hari bekerja sepenuh hati dan profesional.

Dikatakannya, yang menjadi pertanyaan pada mutasi para pegawai ini adalah dalam SK ini tempat tugas sudah ditentukan. Para pegawai mengaku tidak tau kesalahan, cuma karena ada kata sabotase. Dalam 23 hari pasca bekerja sebagai Sekwan sebutnya, apakah sudah bisa menilai kinerja ASN.

“Kami siap ditempatkan di mana saja. Cuma, cara mutasi kami ini yang kurang baik alasannya. Jika ASN berbuat kesalahan, maka harus dibina, dipanggil untuk dikoreksi dan diperbaiki. Jika memang sudah tidak mampu, maka urusasnya bisa diarahkan untuk penyelesaian lewat Sekda. Sedikitpun ini ASN tidak dipanggil sebelum dimutasikan. Selama 4 tahun saya ada sebagai Kabag Keuangan, para ASN ini bekerja dengan baik,” paparnya.

Lanjutnya, ia sangat kecewa dengan ulah Sekwan yang baru bekerja 23 hari lalu memutasikan para pegawai. Setelah pihaknya ketemu Plt Sekda, diarahkan mereka harus dievaluasi dulu tetapi tidak dimutasikan. Untuk dimutasikan sebutnya, harus ada alasan, telaah dilampirkan di SK mutasi. Namun ini tidak ada.

Untuk itulah ia berharap dengan perteman bersama Komisi A ini, bisa didapatkan kembali nama baik para ASN yang dimutasi ini. “Kami harap Sekwan bisa perjelas ini,” pinta Nela.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi A Daud Bunga mengatakan dari pertemuan ini, bisa disimpulkan jika mutasi para pegawai terjadi  seolah-olah karena didasari agenda rapat paripurna. Kalaupun ada oknum yang melakukan itu tidak bisa digeneralisir. Mutasi ini hal biasa yang berlaku untuk semua pegawai sepanjang itu dilakukan sesuai dengan aturan.

“Kita belum tau jika ada oknum yang dinyatakan sabotase di sidang paripurna. Mudah-mudahan mutasi kalian ini bukan atas dasar tuduhan sabotase,” ujarnya.

“Kami harus diskusi dengan Sekwan dan Ketua DPRD. Kami akan memberikan pertimbangan yang sesuai, namun yang mengambil keputusan tetap dari pihak eksekutif. Kami akan diskusikan dan ditindaklanjuti agar jika memang ada oknum yang melakukan hal-hal yang tidak sesuai aturan di sini, maka yang bersangkutan harus diberikan tindakan sesuai dengan aturan ASN,” imbuh Daud. (ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *