oleh

Penembakan di Puncak, DPRD Tunggu Aspirasi Keluarga Korban

TIMIKA – Ketua DPRD Kabupaten Puncak, Lukius Newegalen, SIP menyebutkan pihaknya akan membentuk panitia khusus (pansus) terkait kasus penembakan yang terjadi di Kabupaten Puncak pada Kamis (19/11) lalu yang menewaskan empat orang serta satu orang luka-luka.

Melalui sambungan telepon kepada Radar Timika, Jumat (27/11), rencana itu menyusul DPR Papua yang telah membentuk pansus kemanusiaan yang akan datang ke Ilaga dalam waktu dekat ini. Ia pun menyambut baik hal itu. Namun pembentukan pansus DPRD Puncak masih urung dilaksanakan lantaran pihaknya belum bisa mendapatkan informasi apapun di lokasi kejadian terkait kasus tersebut.

“Pansus DPR Papua akan datang. Kami juga bisa membentuk pansus untuk kasus ini. Namun kami belum, karena dilarang oleh aparat untuk ke lokasi kejadian. Kami sebagai lembaga DPR hanya bisa standby di Ilaga,” ujarnya.

Pihaknya kata Lukius hingga saat ini masih menunggu aspirasi maupun bukti-bukti yang akan disampaikan oleh keluarga korban, sehingga bisa membahas kejadian ini sebagai kejadian yang berkaitan dengan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kalau kita bicara HAM, peristiwa kemanusiaan dari kasus ini, maka harus mempunyai bukti-bukti yang kuat. Karena itu kami lembaga DPR masih menunggu aspirasi yang akan disampaikan keluarga korban,” ujar Lukius.

“Kami menunggu pihak korban, keluarga korban untuk memberikan informasi yang jelas mengenai kejadian ini. Ini yang kami lagi tunggu,” imbuh dia.

Sementara mengenai situasi di Ilaga saat ini kondusif. Sempat beredar isu bahwa kasus ini adalah masalah perang adat. Namun ditegaskan Lukius bahwa itu tidak benar. Hal itu juga setelah informasi awal yang diperoleh pihaknya bahwa para korban diduga terbunuh oleh aparat, meskipun belakangan disebut bahwa para pelaku masih “berstatus” Orang Tak Dikenal atau OTK.

Untuk TKP atau lokasi penembakan sendiri menurut Lukius cukup jauh dari Kota Ilaga. Beberapa kilometer dengan medan di hutan belantara. Para korban sendiri ada yang pelajar berasal dari Agandugume dan akan ke Ilaga hingga akhirnya dibunuh di hutan yang dilalui.

“Kami sendiri masih bingung, karena informasi mengenai kejadian masih belum jelas. Karena itu kami masih menunggu informasi dari keluarga korban dan kepolisian,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat Puncak untuk beraktifitas seperti biasa. Namun untuk sementara waktu menghindari perjalanan keluar Kota Ilaga. Karena informasi dari kejadian ini belum jelas.

Kesempatan tersebut ia mengkritik Pemda Puncak yang belakangan jarang berada di Puncak di saat situasi seperti ini. “Pimpinan daerah dan SKPD ini banyak di luar daerah. Hanya kami DPR ini yang selalu berada di kantor. Karena kami sadar kami ini adalah wakil rakyat. Kami harap pemerintah juga memperhatikan rakyat karena banyak yang masih nganggur, masih susah, ekonomi sulit ditambah kejadian-kejadian seperti ini buat rakyat makin susah. Pemerintah harus perhatikan mereka,” harap Lukius.(ale)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *