oleh

Tahun 2022, Seluruh Mimika Sudah Diterangi Listrik

TIMIKA – Enam kampung di Distrik Mimika Barat yakni Kampung Kokonao, Miwigia, Kiura, Mimika, Atapo dan Apuri kini sudah bisa menikmati penerangan listrik selama 12 jam sehari, dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel milik PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Unit Pelaksana Pelayanan Timika. Bahkan, Pemda Mimika melalui Wakil Bupati Johannes Rettob mengatakan bahwa tahun 2022 mendatang, seluruh wilayah Mimika sudah diterangi listrik.

Hal itu terjadi setelah Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Manager PT PLN UP3 Timika, Marthinus Pasensi dan Kasbrigif-20/IJK, Mayor Inf Saut Nainggolan serta Kadistrik Mimika Barat, Ernestina Takati serta para kepala kampung, Kapolsek dan Danramil menekan tombol sirene tanda peresmian dan pengoperasian pembangkit listrik di Pelabuhan Atapi Kokonao, Senin (30/11) lalu.

 

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama rombongan ketika menerima aspirasi dari warga Distrik Mimika Barat sebelum peresmian pengoperasian listrik desa di Pelabuhan Atapi Kokonao, Senin (30/11).

Pengoperasian Mesin Pembangkit

Disambut Suka Cita Masyarakat

A cara yang berlangsung meriah itu dihadiri para warga dari 6 kampung dan sejak dari Bandara Kokonao, rombongan Wakil Bupati disambut dengan pengalungan tas khas Suku Kamoro oleh Kadistrik Ernestina Takati. Dan sepanjang jalan yang berjarak ribuan meter, disambut warga dengan berbagai atraksi tarian khas serta lagu-lagu serta teriakan sukacita karena Kokonao kini sudah terang.

Kepala Kampung Mipia, Estapius Kawae mewakili para kepala kampung menyatakan sukacitanya, karena apa yang mereka rindukan selama ini sudah bisa dinikmati dan gelap yang selama ini dirasakan sudah berubah menjadi terang.

Namun masih ada satu kampung yang belum diterangi yakni Kampung Aparuka yang berada di bagian gunung Distrik Mimika Barat.

“Sebagai anak adat, saya sangat bangga dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wakil Bupati selaku anak adat kami, serta PLN serta pihak TNI. Karena kini kami bisa menikmati penerangan yang baik. Satu kampung masih belum pak,” ujarnya.

Kadistrik Ernestina Takati juga sependapat, bahwa kini Kokonao yang dipimpinnya kini sudah memasuki era baru, yakni adanya penerangan.

“Saya sangat bangga dan terharu karena ini kerinduan kami selama ini dan kami sangat senang,” katanya, yang disambut meriah para warga.

Sementara itu, Danbrigif 20 IJK/3 Kostrad, Kolonel Inf Edy Widyanto diwakili Kasbrigif-20/IJK, Mayor Inf Saut Nainggolan juga menyatakan kebanggaannya dengan dioperasikannya PLTD tersebut, sehingga diharapkan perekonomian masyarakat akan meningkat.

“Semoga pengoperasian listrik di Mimika Barat bermanfaat bagi seluruh masyarakat di sini,” jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus memberikan perhatian,  bahkan melakukan pembinaan agar putra daerah dari Kokonao bisa menjadi aparat TNI. Dan program tersebut sedang dalam proses pendataan.

Sedangkan Manager PT PLN Manager PT PLN UP3 Timika, Marthinus Erianto Pasensi dalam sambutannya mengatakan, bersama dengan Pemda dan TNI membangun sinergi agar membangun Kokonao seperti kampung daerah lain.

“Saya berharap apa yang sudah diberikan dijaga, dimanfatkan dengan baik untuk meningkatkan pembangunan ke depan,” paparnya.

Dia juga menyampaikan bahwa pembangunan sebagai bagian dari kepentingan, harus memberikan dampak bagi seluruh masyarakat. Ke depan semua program yang disampaikan Pemda dan TNI maupun PLN dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.

“Papua terang, Mimika Terang, Kokonao terang,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal. Sembari memberikan salam Nimao witimi, John Rettob, sapaan akrabnya menyatakan kegembiraannya atas pengoperasian listrik tersebut dan disambut sukacita para warga yang memadati lokasi acara.

“Mulai hari ini Kokonao terang,” katanya disambut meriah.

John mengatakan, secara khusus menyampaikan terima kasih kepada pihak PLN karena bisa bekerjasama dengan baik. Atas permintaan masyarakat, sehingga sebelum Desember listrik harus menyala.

“Sesuai janji kita ketemu tanggal 7 November dan bertemu dengan Pak Marthinus bahwa sebelum Desember listrik harus menyala. Dan kemudian ditelepon mengatakan tanggal 30 apa Bapa bisa resmikan dan saya sambut dengan antusias,” jelasnya.

Wabup mengatakan, bahwa tahun 2022 mendatang, semua Mimika harus menyala. Mimika Barat sendiri ada 7 kampung, berarti tinggal satu kampung yang belum diterangi, yakni Kampung Aparuka.

Ke Kampung Ipaya sudah diminta masyarakat dan meletakkan batu pertama listrik menyala di Distrik Amar. Meski sudah ada yang menyala, yakni di Kawar dan Manoare, namun akan terus ditingkatkan. Agimuga juga harus menyala dan menggunakan tenaga diesel.

“Operasional listrik ini kalau mau 24 jam, kalian para kepala kampung tinggal baku atur dengan Kepala PLN. Artinya sumbang-sumbang siapa tahu pemerintah juga bisa bantu,” terang Wabup.

Wabup juga menjelaskan, harusnya jumlah warga yang sudah menerima penerangan listrik sebanyak 700-an KK namun baru terdata 300-an. Biaya pemasangan listrik dengan tegangan 900 Watt menurut Wabup normalnya Rp 900 ribu. Namun karena ada subsidi sehingga warga hanya bayar setengah. Dan karena menggunakan listrik pra bayar, sehingga masyarakat harus beli token dan ini juga ada peluang bisnis, karena Telkomsel juga sudah lancar sehingga fasilitas internet sudah baik. Untuk fasilitas publik tambahnya akan menyusul dialiri listrik.

“Polsek, Koramil, Telkomsel dan lainnya segera ajukan permohonan ke PLN agar listrik menyala juga,” ujarnya.

Rettob juga mengatakan, agar masyarakat dapat mempergunakan listrik dengan baik.

“Tidak boleh ada yang pencuri. Kalau ada kasih masuk ke penjara. Masyarakat harus jaga dengan baik. Pak Kapolsek tolong jaga ini. Masyarakat tidak boleh lakukan perbuatan yang tidak bertangggungjawab,” tegas Wabup.

Beberapa aspirasi juga disampaikan warga sembari menari. Pertama, jalan harus diperbaiki. Sehingga Kokonao ke depan harus diperbaiki sebagai pusat sejarah seperti dulu. Juga soal gereja yang ada.

“Bapak Uskup sehari sebelum meninggal kasih saya SK sebagai ketua panitia. Jadi menjadi tanggungjawab besar. Saya akan mengusahakan juga,” ungkapnya.

“Kita harus perhatikan dan membangun Kokonao. Listrik sudah, demikian juga Telkomsel dan jadikan Kokonao sebagai tempat bersejarah. Listrik akan menyala terus kalau token juga harus diisi. Saya bicara sebagai saudara, keluarga dan saya harus bicara untuk kita semua,” paparnya.

Wabup Rettob menambahkan, bahwa Bupati Mimika, Eltinus Omaleng tidak bisa datang karena ada tugas lain, dan dirinya diberikan tanggungjawab untuk menghadiri acara tersebut.

Akhirnya, Wabup bersama Manager PT PLN, Mayor Saut Nainggolan mewakili TNI, Kadistrik, Polsek, Koramil dan para kepala kampung menekan tombol. Kemudian secara simbolis menyalakan listrik di beberapa rumah dan acara diakhiri dengan doa oleh Pater Febri dan makan bersama.

Sementara itu, seluruh rumah yang sudah dipasang meteran pra bayar secara umum dengan daya 450-900 watt. Manager PLN, Marthinus Pasensi mengatakan, bahwa mesin diesel yang dioperasikan dengan kapasitas 100 KW. Lokasi mesin sendiri berada di sebelah timur Kokonao tidak jauh dari permukiman masyarakat. Listrik sendiri akan menyala 12 jam pada tahap awal.

Soal data warga yang 300 sesuai data kata Marthinus, dari distrik adalah subsidi yang bersumber dari dana desa. Juga Agimuga serta beberapa tempat lain yang juga akan terus diusahakan. Di Ipaya menggunakan PLTS dan sudah dirakit. Dan direncanakan tahun ini sudah bisa menyala. (bom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *