oleh

Dinkes Masih Kaji Kelayakan Belajar Tatap Muka di Sekolah

TIMIKA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim sudah memberikan lampu hijau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah secara tatap muka mulai awal Tahun 2021 mendatang. Di Mimika sendiri belum ada keputusan. Dinas Kesehatan masih melakukan kajian kelayakan mengingat Mimika masih dalam kategori zona merah.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan, untuk kesiapan harus memperhatikan semua aspek. Dari penyelenggara pendidikan itu sendiri. Pemerintah bisa katakan buka, tapi justru sekolah tidak siap. Kemudian dari aspek orang tua juga pasti masih ada yang mempertimbangkan. “Tapi apakah di Timika bisa. Tolong kasih kami waktu untuk mengkaji bagaimana proporsi kasus pada anak-anak yang terpapar,” jelasnya.

Dinkes akan mengkaji kasus anak yang terinfeksi Covid-19. Apakah sporadik atau klaster. Klaster jika tertular dari sebuah aktivitas kerumunan yang mengakibatkan transmisi lokal. Kemudian sporadic ketika tidak punya hubungan dengan klaster.

Dari total 3.215 kasus yang terjadi, Dinkes akan mengkaji secara khusus pola penularan pada anak. Kajian menurut Reynold harus dilakukan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh pemerintah daerah mengenai kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah. “Perlu ada kajian itu nanti akan saya siapkan dan melapor kepada pimpinan daerah,” tandasnya.

Kegiatan belajar mengajar di era normal baru lanjutnya, memang terlihat sederhana, tapi tidak efisien. Sebab cost atau biaya yang dikeluarkan jauh lebih banyak. Anak ke sekolah yang tadinya cukup bawa uang jajan, sekarang harus ada peralatan tambahan yakni masker dan face shield. Kemudian sekolah harus menyiapkan sarana cuci tangan. Kepadatan dalam sekolah juga dikurangi karena setiap kelas terbatas 50 persen.

Reynold mengatakan, beberapa sekolah sudah merespon.  Tinggal membuat simulasi dan menyusun skenario. Harus ada SOP secara tertulis, supaya ketika terjadi sesuatu yang bisa melindungi adalah SOP itu sendiri. SOP harus dibuat sendiri oleh sekolah menyesuaikan dengan sumber daya di sekolah. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *