oleh

Pemda Terbitkan Perbup Percepatan Penurunan Stunting dan Eliminasi Malaria

TIMIKA – Sebagai bentuk komitmen dalam percepatan penurunan stunting dan eliminasi malaria, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika dalam hal ini Bupati Eltinus Omaleng, SE MH menerbitkan Peraturan Bupati yang kini sudah memasuki tahap konsultasi publik.

Perbup Nomor 27 Tahun 2020 itu diterbitkan mengingat kasus malaria dan stunting masih sangat tinggi di Indonesia. Mimika bahkan disebut penyumbang 47 persen kasus malaria di Indonesia. Pada Tahun 2017 penduduk Mimika yang tertular penyakit malaria sebanyak 92.342 kasus. Tahun 2018 sebanyak 64.481 kasus dan Tahun 2019 sebanyak 82.149 kasus.

Sementara itu, secara nasional prevalensi stunting sebesar 30,8 persen. Di Mimika berdasarkan hasil analisa data program gizi Dinkes Mimika pada Tahun 2019 balita pendek atau stunting sebesar 5 persen, naik dari angka 4,7 persen di Tahun 2018.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Yulianus Sasarari, SSos MM ketika membuka kegiatan konsultasi publik Rabu (2/12) di Grand Tembaga Hotel mengatakan intervensi penurunan stunting dilakukan melalui dua pendekatan yaitu gizi spesifik dan sensitive. Intervensi gizi spesifik meliputi ibu hamil, ibu menyusui dan anak di bawah usia 6 bulan dan ibu menyusui dan anak usia 6-23 bulan.

Sedangkan upaya menuju eliminasi malaria Tahun 2026 dikatakan Sasarari, diperlukan beberapa strategi yaitu peningkatan komitmen pemerintah kabupaten, distrik, kelurahan dan kampung terhadap pelaksanaan program eliminasi malaria. Ketersediaan akses terhadap layanan kesehatan, keterlibatan masyarakat hingga peningkatan manajemen lembaga koordinasi pusat pengendalian malaria Kabupaten Mimika.

Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra justru berharap regulasi ini tidak hanya sebatas Perbup, tapi bisa ditingkatkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) yang bisa masuk dalam daftar prioritas Raperda non APBD Tahun 2021 mendatang.

Adanya Perbup kata Reynold menunjukkan komitmen pemerintah daerah. Ini sebagai tindaklanjut dari program nasional dimana malaria dan stunting merupakan isu nasional yang masuk dalam RPJMN 2020-2024 oleh Bappenas. Penanganan malaria di Mimika, semua fasilitas kesehatan mampu menemukan kasus tapi itu belum bisa menyelesaikan persoalan dari hulu.

Kasus stunting secara nasional ada pada angka 30 persen dan akan diturunkan jadi 14 persen. Mimika berada di atas angka rata-rata nasional, terutama di dua distrik yaitu Mimika Timur Jauh dan Wania pada angka 35 persen.

Untuk itu diperlukan adanya aksi dalam rangka percepatan pencapaian tujuan eliminasi malaria dan stunting. Harus bersifat konsisten dan berkesinambungan dengan melibatkan seluruh OPD pemerintah distrik dan kampung, lembaga swasta, organisasi profesi serta keterlibatan masyarakat di bawah koordinasi kepala daerah untuk memberi penguatan terhadap upaya penanganan penurunan stunting melalui Perbup dan Perda tentang eliminasi malaria. Penguatan malaria center Mimika sebagai lembaga koordinasi percepatan eliminasi malaria dan rencana aksi daerah percepatan eliminasi.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *