oleh

Jalan Petrosea dan Budi Utomo Ujung Dijadikan Kawasan Kota Hijau

TIMIKA – Kota Timika berkembang sangat cepat. Sayangnya tidak terarah sesuai pemanfataan kawasan tata ruang. Menyadari itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) mulai menyusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), khususnya untuk dua kawasan di pusat kota yang mulai berkembang, yakni Jalan Petrosea tembus Hasanuddin dan Jalan Budi Utomo tembus SP 1.

Dokumen RTBL dua kawasan ini disusun untuk menjadi panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta perbaikan kawasan, revitalisasi dan rehabilitasi kawasan, pengembangan baru kawasan dan perencanaan dan pelestarian kawasan.

Dua kawasan ini sebagaimana rancangan pihak konsultan yang dipaparkan pada Kamis (3/12) kemarin dalam seminar antara di Hotel Grand Tembaga akan mengusung tema ‘Kota Hijau’. Dimana kawasan tersebut akan dimanfaatkan sebagai pusat niaga atau usaha untuk kantor, hotel, industri juga sebagai kawasan pemukiman hingga fungsi sosial budaya, termasuk pendirian Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Ir Syahrial, MM lebih fokus pada RTH yang berada di dalam kawasan tersebut. Menurutnya RTH adalah fasilitas publik yang memang harus disiapkan oleh pemerintah.

Sehingga ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bersama konsultan untuk memastikan tempat atau status area. Apalagi di dua kawasan tersebut menurutnya, sebagian besar sudah ada bangunan. Untuk itu RTH lebih tepat jika dibangun di lahan yang masih terbuka, tidak perlu dibongkar. “Perhatikan kondisi eksisting, sehinga penempatan ini sesuai peruntukan,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR, Pieter Edoway mengatakan RTBL ini disusun sebagai acuan pembangunan dan penataan kawasan di Jalan Petrosea – Hasanuddin dan Budi Utomo – SP 1.

“Kondisi kota Timika pembangunannya cepat sehingga perlu ditata agar bisa mewujudkan kota baru dan sesuai visi Mimika jadi kota pusat jasa dan industri juga menjadi smart city. Kemudian pengembangan kawasan kota baru dan rencana ibu kota Provinsi Papua Tengah. Kita harus rencanakan mulai dari sekarang,” terangnya.

Dalam dokumen RTBL yang sedang disusun itu akan mengatur tentang struktur bangunan serta penempatannya. Itu dilakukan agar kota tidak semerawut, tapi justru tertata. Kemudian sesuai dengan tema ‘kota hijau’, maka setiap bangunan diwajibkan memiliki 40 persen ruang terbuka hijau di setiap areanya. Bagaimana pengolahan limbah yang sesuai standar lingkungan. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *