oleh

Pater Bert Meninggal Dunia, Warga Timika Berduka

TIMIKA – Warga Timika kembali berduka setelah kabar meninggalnya Pastor Lambertus Hagendoorn, OFM yang akrab disapa Pater Bert. Rasa duka terhadap sosok yang dikenal sebagai pejuang kemanusiaan ini dituangkan melalui status di sosial media.

Pater Bert meninggal dunia pada usia 78 tahun. Sebelum meninggal, Pater Bert dikabarkan menjalani perawatan karena terinfeksi Covid-19 di negara asalnya, Belanda.

Pater Bert memang sudah meninggalkan Indonesia dan kembali ke negeri kincir angin pada Mei 2019 lalu. Ia sendiri pertama kali menginjakkan kaki di Papua pada Tahun 1971 atau ketika masih berusia 28 tahun. Di Papua, salah satunya Mimika ia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk melayani. Selain Mimika, Pater Bert juga pernah melayani di Keerom, Pegunungan Bintang dan Baliem Wamena.

Meskipun merupakan warga negara asing, namun Pater Bert tidak asing di mata masyarakat. Bahkan sangat dekat. Termasuk kalangan anak muda yang dia rangkul untuk menjalankan pelayanan lewat Yayasan Peduli Aids (Yapeda).

Danjte Nere lewat komentarnya di salah satu grup WA menyatakan sangat berduka dengan kabar meninggalnya Pater Bert. Sebagai penghormatannya, Dantje mengenang masa ketika ia masih bertugas di Bappeda Mimika. “Terima kasih sudah kerja bersama-sama dalam tim penanggulangan HIV AIDS Mimika,” tulisnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *