oleh

Pembahasan RAPBD 2021 Dipastikan Tetap Berjalan, Ketua DPRD: Walk Out Bagian dari Dinamika

TIMIKA – Pembahasan dokumen APBD 2021 dipastikan tetap berjalan walaupun sempat terjadi aksi walk out dari sejumlah pimpinan dan anggota dewan di Hotel Harris, Bekasi. Aksi walk out yang terjadi karena sejumlah Pokok Pikiran (Pokir) dewan tidak terakomodir dalam KUA PPAS 2021 yang menyebabkan aksi ini bisa terjadi.

Menyadari jika aksi walk out ini adalah bagian dari dinamika yang terjadi, namun setelah diakomunikasikan dengan baik, pembahasan kembali berjalan.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPRD, Robby Kamaniel Omaleng. Jumat (4/12) melalui sambungan telepon.

“Sampai saat ini proses pembahasan masih sedang berjalan,” ujar Robby.

Dikatakanya, jika dilihat dari dokumen KUA PPAS yang diajukan oleh pemerintah dalam hal ini Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD), seluruh OPD sudah mengajukan anggaran termasuk kegiatan fisik yakni pembangunan kantor di tahun 2021 yang seharusnya dibangun, namun dengan adanya pandemi Covid-19, diundur setelah wabah ini berlalu.

Setelah pandemi berlalu, maka usulan soal pembangunan kantor ini yang diprediksi bisa dilakukan lagi pada tahun 2022 bisa diakomodir.

“Jadi dalam KUA PPAS ini tidak ada usulan pembangunan-pembangunan gedung-gedung kantor yang direncanakan awalnya, namun karena keterbatasan anggaran maka diundur pada tahun 2022,” jelasnya.

Lanjutnya, pada APBD 2021 nantinya haruslah hanya ada program prioritas yang menyangkut PON XX dan Pesparawi. Pihak TAPD Pemda diarahkan untuk mengusulkan program prioritas tadi tanpa adanya program fisik.

Sejak awal pekan ini, sampai hari ke lima pembahasan KUA PPAS APBD 2021 kata Robby, telah membahas semua usulan OPD. Dan sampai hari ke lima masih ada 11 OPD yang belum dibahas usulanya.

Walaupun belum mengakomodir usulan dewan lewat Pokir mereka, namun Robby mengatakan jika hal ini memang bukan sebuah kewajiban untuk diakomodir, sebab anggaran yang terbatas akibat dari Covid-19. Belum lagi dari sisi pendapatan yang tidak sebanding dengan rencana anggaran yang akan digunakan untuk membiayai program kerja di tahun 2021.

“Sebenarnya bisa diakomodir semua, tapi pendapatan menurun dibanding sebelumnya, disitu tidak ada anggaran sisa, maka akhirnya tidak diakomodir kepentingan dewan dan dari OPD yang punya kegiatan tidak urgent, pendapatan menurun akibat dari pandemi,” jelasnya.

Ditambahkan Robby, untuk pembahasan KUA PPAS ini ia targetkan bisa rampung diakhir pekan ini. Sehingga, pada Minggu atau Senin pihaknya sudah bisa balik lagi ke Timika. (ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *