oleh

Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS Pidsus Kejari Ungkap Penyidikan Juga Sasar Dana BOP OAP dan SPP

TIMIKA – Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Mimika, Donny Stiven Umbora, SH mengungkapkan pihaknya masih mendalami kasus dugaan penyalahgunaan Dana BOS di salah satu sekolah di Timika. Selain dana BOS, diungkapkan pula penyalahgunaan diperkirakan terjadi pada anggaran BOP OAP.

Donny S Umbora Jumat (4/12) siang menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Papua mengenai alokasi dana bos di sekolah yang ada khususnya di Timika. Selain dana BOS ada juga dana BOP OAP atau Bantuan Operasional Khusus Orang Asli Papua.

“Dari Dinas Pendidikan Provinsi katanya untuk laporan Dana BOS mereka sudah terima. Cuma kalau BOP OAP itu belum. Tapi kedua sumber anggaran tetap kami sidik. Karena LPJ-nya itu akan diuji. Dari hasil uji itu banyak yang tidak sesuai,” ungkapnya.

“Nanti baru kita sampaikan berapa nilainya,” kilah Donny.

Anggaran BOS pada Tahun 2019 yang berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi dan dalam penyidikan tersebut diungkapnya, berjumlah Rp 1,8 miliar. Ditambah dana BOP OAP berjumlah Rp 360 juta.

“Totalnya sekitar Rp 2 miliar lebih. Ditambah SPP juga senilai Rp 1,5 miliar,” sebutnya.

“Kalau SPP itu di SMA diperbolehkan, kalau SMP yang tidak diperbolehkan sama sekali. Yang diperbolehkan itu sesuai dengan kebutuhan sekolah. Estimasinya menyesuaikan kebutuhan yang ada,” terangnya.

Hanya saja, sekolah dalam perkara tersebut menarik SPP dengan besaran variatif. Mulai dari Rp 100 ribu hingga 200 ribu. Besaran itu disebut bergantung pekerjaan orangtua. “Pendapatan SPP itu sampai Rp 1,5 miliar. Tapi itu masih dikaji,” tutupnya. (dcx)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *