oleh

Tahun Anggaran 2020 Segera Berakhir Pengawasan Penertiban Pasar Tetap Lanjut pada 2021

TIMIKA – Penertiban dan penataan Pasar Sentral, pasar rakyat dan pedagang kaki lima yang dilakukan tim gabungan yang dikoordinir Dinas Perindustrian dan Perdagangan menuai apresiasi. Karena tidak sebatas menertibkan tapi dilanjutkan dengan pengawasan.

Penertiban ini adalah program di Tahun 2020. Tapi bukan kali ini saja. Sebelumnya juga sudah dilakukan tapi berujung gagal karena pedagang kembali berjualan di eks Pasar Swadaya, pasar kembali semerawut dan pedagang juga kembali ke pinggir jalan untuk berjualan.

Meski tahun anggaran 2020 akan segera berakhir dan SK pembentukan Tim Gabungan juga akan berakhir, namun dipastikan pengawasan akan terus berlanjut. Itu sudah menjadi komitmen bersama dalam rapat evaluasi Tim Gabungan yang digelar Jumat (4/12) di Hotel Horison Ultima Timika.

Rapat evaluasi dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Ir Syahrial, MM didampingi Kepala Disperindag Mimika, Michael Gomar bersama Kepala Dinas Satpol PP, Paulus Dumais perwakilan Polres Mimika dan TNI.

Michael Gomar mengakui masih ada pedagang yang belum direlokasi. Malahan ada yang sudah direlokasi ke Pasar Sentral tapi ada beberapa yang kembali berjualan di pinggir jalan seperti di Jalan Bhayangkara dan Jalan Cenderawasih. Sebelum Tahun 2020 berakhir, akan kembali dilakukan penertiban.

Tahun 2021, pengawasan akan terus berlanjut sesuai dengan kesepakatan tim gabungan. Disperindag sebagai leading sector akan tetap berusaha mengalokasikan anggaran untuk operasional tim gabungan. “Artinya begini, tidak hanya ada anggaran atau dana baru kegiatan berjalan baru tugas kita jalan. Ada ataupun tidak ada anggaran dari DPA atau dari APBD tetap melaksanakan tugas baik fungsi Satpol PP, TNI dan Polri dan juga kami Disperindag dan OPD teknis. Kami berharap tim gabungan ini terus berjalan sampai dengan tahun anggaran 2021,” jelasnya.

Justru lanjutnya, di Tahun 2021 pengawasan akan ditingkatkan karena merupakan tahun penyelenggaraan PON dan Pesparawi dimana Mimika jadi tuan rumah. Jika tidak ada pengawasan berkelanjutan maka kota akan kembali semrawut.

Pengawasan kata dia tidak bisa hanya dalam waktu singkat tapi berkelanjutan. Ini juga sebagai upaya supaya masyarakat menjadi sadar dan merubah pola perilaku bahwa berjualan di tempat yang dilarang pemerintah memang tidak bisa dan harus terpusat di Pasar Sentral. (sun)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *