oleh

APBD Defisit, Pemda Ajukan Pinjaman Rp 400 Miliar

TIMIKA – Meski sudah dikurangi dari target dalam APBD induk, namun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang ditetapkan dalam perubahan masih juga mengalami defisit. Nilainya pun tidak sedikit. Mencapai Rp 500 miliar. Untuk menutupinya, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika kembali mengajukan pinjaman ke Bank Papua sebesar Rp 400 miliar.

Situasi ini hampir sama denga Tahun 2017 lalu, dimana APBD Mimika juga mengalami defisit. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Marten Mallisa yang ditemui Radar Timika di ruang kerjanya, Senin (7/12) kemarin mengungkapkan penyebab terjadinya defisit anggaran.

“Terkait dengan APBD Tahun 2020 di perubahan memang mengalami defisit. Kenapa defisit? Karena setelah kita penetapan bersama dengan DPRD baru ada surat dari Kemendagri menyampaikan bahwa untuk triwulan IV penerimaan dana bagi hasil itu ditunda ke Tahun 2021. Jadi itu yang menyebabkan defisit sebesar kurang lebih Rp 500 miliar,” jelasnya.

Mengingat banyak kegiatan sudah berkontrak dan dikerjakan maka Pemda Mimika mengajukan pinjaman ke Bank Papua sebesar Rp 400 miliar untuk pembayaran. Bahkan menurutnya pinjaman ini belum mampu menutupi defisit.

Makanya lanjut Marten, Bupati sudah mengeluarkan kebijakan agar semua pekerjaan yang sudah berkontrak harus dihentikan per tanggal 15 Desember. Menurutnya ini bisa membantu untuk menutupi defisit karena jika proyek dibayar sesuai progress, maka pembayaran tidak full 100 persen. Masih ada anggaran tersisa yang tidak terserap.

Kata Marten, ini sangat membantu sehingga dibutuhkan komitmen pihak ketiga dan kepala OPD untuk melaksanakan instruksi Bupati. “Kalau mau menolong keluar dari defisit ini saya pikir kita komitmen semua pekerjaan fisik disetop per tanggal 15 Desember untuk diprogres dari masing-masing kegiatan dibayarkan,” terangnya.

Pinjaman sudah diajukan dan Pemda sedang menunggu pencairan. Pinjaman ini sifatnya jangka pendek, sehingga pengembalian akan dilakukan pada Tahun Anggaran 2021. Ini juga sudah dibahas dengan DPRD dan dialokasikan dalam APBD sebesar Rp 440 miliar termasuk bunga. Pembayaran akan dicicil setiap bulan mulai Januari sampai Desember 2021.  “Karena kalau bayar satu kali tidak bisa. Mau ambil uang dari mana. Sementara transfer dari pusat juga dicicil,” ujar Marten Mallisa. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *