oleh

Tetap Bertahan di Tengah Pandemi, Harga Kamar Hotel Diturunkan

TIMIKA – Sektor pariwisata paling berdampak dengan wabah Covid-19 ini. Hampir setahun mengalami dampak dari pandemi global ini, sejumlah tempat usaha termasuk hotel dan restoran di Timika tetap bertahan di tengah lesunya perekonomian.

Sejumlah strategi dilakukan oleh pihak pengelola perhotelan agar tetap bisa bertahan, walaupun tingkat hunian tamunya merosot drastis. Salah satu strategi yang dilakukan yakni dengan menurunkan harga sewa kamar hotel.

Hal itu diungkapkan GM Grand Tembaga Hotel, Samuel Tandiyono, Rabu (9/12). Dikatakan, menurunnya jumlah pengunjung hotel terutama para tamu yang datang dari luar Timika jumlahnya sangat merosot tajam.

Jumlah tamu yang datang menginap di hotel sejak pandemi ini turun sampai di bawah tiga puluh persen dari sebelum wabah ini menyerang. “Jumlah tamu turun sekali. Turun sampai tiga puluh persen. Jadi kami lakukan strategi menurunkan harga kamar hotel,” jelasnya.

Bahkan sebutnya, dari dampak pandemi ini para karyawan hotel juga tidak masuk full time, namun dengan shift time. Walaupun tidak sampai memberhentikan karyawan, namun manajemen tetap mempekerjakan karyawanya dengan sistim shift.

Disebutkan Samuel, untuk harga kamar per hari mulai berkisar Rp 550 ribu dan diturunkan menjadi Rp 350 ribu. Untuk kamar deluxe, grand deluxe, suite mulai Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu diturunkan menjadi Rp 450 ribu hingga Rp 500 ribu karena tidak ada tamu. Jumlah kamar di hotel ini sendiri ada 108 kamar dengan jumlah karyawan sebanyak 76 orang.

“Kita komitmen bersama dengan karyawan. Mereka kerja shift dan tidak ada pemberhentian karyawan,” jelasnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *