oleh

Jelang Natal, Disnakkeswan Sidak Produk Asal Hewan

TIMIKA – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2021, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) melaksanakan sidak terhadap produk pangan asal hewan di Pasar Sentral, swalayan dan toko serta kios-kios daging di Timika.

Sidak yang dilakukan oleh dua tim ini dilaksanakan guna memastikan produk pangan asal hewan, yakni daging sapi, ayam dan jeroan dalam kondisi yang segar, aman dan sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat untuk keperluan perayaan Natal.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), drh Erma Nur Bakti setelah melakukan sidak, Rabu (16/12) mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan. Dinas sebutnya selalu melaksanakan pemeriksaan atau sidak terhadap produk pangan asal hewan.

“Sidak atau pemeriksaan ini merupakan kegiatan rutin yang kita lakukan setiap menjelang hari-hari besar keagamaan,” jelasnya.

Dari hasil sidak sebutnya, untuk daging ayam yang diperiksa dalam kwalitas yang baik. Setelah diperiksa, baik pengecer di Pasar Sentral, maupun toko-toko daging di sepanjang Jalan Hasanuddin sudah menjual daging ayam yang segar. Namun, ditemui produk pangan asal hewan yakni jeroan sapi yang diambil sedikit untuk sampel karena tampilan fisiknya sudah tidak segar lagi.

“Tahun ini mereka (pedagang daging) lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena kita bicara kepada mereka terus, sekarang seperti packing daging sudah pakai plastik yang bening,” jelasnya.

Ada beberapa pengecer sebut drh Erma memang masih kurang memperhatikan penempatan jenis-jenis daging dan ada juga kulkas yang sudah rusak penutupnya.

Dari hasil sidak di lapak Pasar Sentral sebanyak 6 penjual, 6 kios daging di sekitar Jalan Hasanuddin, Diana Supermarket, Gelael dan Toko Fresh produk pangan asal hewan yang disita yakni jeroan seberat 75 gram di Kios Yuri Chicken, di Gelael dan Toko Fresh diarahkan untuk dipisahkan antara daging sapi dan ikan dalam show case.

Ditambahkan drh Erma, dengan pemeriksaan ini selain dinas mengawasi, mengontrol produk pangan asal hewan guna memastikan produk tersebut layak, sehat dan aman untuk dikonsumsi, masyarakat juga harus jeli untuk mengontrol setiap produk yang dibelinya.

“Ibu-ibu rumah tangga kebanyakan sudah tau, harus belajar juga karena tidak hanya lihat barang murah, tapi perhatikan juga kwalitas produk pangan asal hewan yang akan ia beli untuk konsumsi orang di rumah,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *