oleh

Disnakkeswan Tarik Produk Olahan Babi

TIMIKA – Berdasarkan surat edaran dari Gubernur Provinsi Papua terhadap bahan olahan mengandung babi guna mencegah dan mengantisipasi penularan penyakit dari luar Papua, maka Pemda Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) menarik setidaknya 63 kaleng kemasan kaki babi.

Penarikan produk babi olahan  dari salah satu swalayan ini dilakukan saat tim Disnakkeswan melakukan sidak dan pengawasan produk pangan asal hewan menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru pada Rabu (16/12) lalu.

Dalam sidak tersebut, di salah satu swalayan, tim menemukan daging babi olahan yang dikemas kedalam kaleng bertuliskan kaki babi dengan jamur.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakkeswan, Kurniati Bala mengatakan, penarikan produk olahan babi dari pasaran ini dilakukan berdasarkan surat edaran Gubernur Provinsi Papua terhadap bahan olahan mengandung babi.

“Dari bulan September kemarin. kami sudah bersurat, untuk olahan daging babi itu memang sudah tidak bisa didatangkan ke Papua, khususnya Timika. Karena kita laksanakan edaran surat Gubernur Papua bahwa daging babi dan olahannya tidak boleh masuk ke Papua untuk mencegah penularan,” ujar Kurniati.

Lanjutnya, berdasarkan SK yang dikeluarkan oleh Gubernur Papua ini, untuk semua produk olahan dari daging babi tidak diperbolehkan dijual. Agar produk babi olahan ini tidak dijual bebas, maka pihaknya sebut Kurniati, akan terus memantau. Dan jika masih ditemukan, maka produk tersebut akan ditarik.

“Untuk mencegah itu, semua daging babi dari luar baik olahan berupa sosis atau kornet itu tidak boleh, kita tetap cek mereka ada jual atau tidak begitu juga dengan stok ada tetap kami akan tarik dari pasaran,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *