oleh

Ibadah Natal Hanya Bisa Diikuti 50 Persen Umat

TIMIKA – Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH mengeluarkan edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan ibadah perayaan Natal dan tahun baru dalam masa pandemi Covid-19. Edaran itu merujuk hasil kesepakatan bersama Pemda Mimika, tokoh dan pemimpin agama se-Kabupaten Mimika dan Forum Kerukunan Umat Beragama.

Ada sepuluh poin yang ditegaskan dalam Surat Edaran Bupati Mimika Nomor 003.2/1445 tersebut. Pertama, ibadah perayaan Natal dan tahun baru harus mengacu pada Edaran Kementerian Agama Republik Indonesia tentang panduan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19.

Kedua, pengelola atau pengurus gereja wajib membentuk Pokja Covid-19 dengan tujuan mengatur dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan selama ibadah Natal berlangsung. Ketiga, Satgas Covid-19 Kabupaten Mimika bekerjasama melalui pendampingan bagi Pokja Covid-19 pada setiap gereja.

Keempat, pelaksanaan ibadah Natal wajib melaksanakan protokol kesehatan, yaitu hanya bisa diikuti 50 persen umat yang hadir dalam gedung gereja maupun di tenda yang disiapkan. Semua umat wajib memakai masker, tidak berjabat tangan, jarak duduk minimal 1 meter dan disediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer.

Kelima, pengurus atau pengelola gereja mengatur jam ibadah dan jumlah umat selama ibadah perayaan Natal. Keenam, Satgas Covid-19 Mimika menyediakan tim untuk melakukan disinfektan pada setiap pergantian jam ibadah bekerjasama dengan Pokja Covid-19 di setiap gereja.

Ketujuh, ibadah dan perayaan Natal oleh organisasi pemerintah, swasta, kerukunan/masyarakat secara bertatap muka atau kolektif tidak diperbolehkan kecuali secara virtual. Kedelapan, tidak diperbolehkan melakukan kunjungan rumah atau open house selama perayaan Natal yang mengumpulkan jumlah orang melebihi jumlah anggota keluarga.

Kesembilan, tidak diperbolehkan melaksanakan perayaan malam tahun baru di ruang publik kecuali ibadah atau doa syukur yang mengacu pada pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal dan tahun baru. Kesepuluh, resepsi atau acara pernikahan untuk sementara tidak diperbolehkan.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *