oleh

Pulangkan Masyarakat Tiga Kampung di Tembagapura, Fasilitas Butuh Renovasi

TIMIKA- Untuk memulangkan kembali masyarakat dari tiga kampung yakni Banti I, II dan Opitawak Distrik Tembagapura kembali, ternyata belum dapat dilakukan dalam waktu dekat ini. Hal ini diakibatkan karena fasilitas umum baik rumah sakit, maupun perumahan masyarakat sudah tidak layak dihuni.

Dari tiga kampung tersebut, rumah sakit di Waa-Banti sudah rusak dan perlu dibangun kembali. Masyarakat belum dapat dipulangkan, karena perumahan mereka sudah rusak dan butuh diperbaiki.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPRD, Karel Gwijangge saat dikonfirmasi Radar Timika, Minggu (20/12). Karel yang telah datang berkunjung ke Banti I dan II bersama perwakilan kepala kampung, kepala distrik, tokoh perempuan, tokoh agama dan aparat keamanan pada Sabtu (19/12) mengatakan, kondisi perumahan masyarakat mengalami kerusakan yang sama.

Rumah-rumah masyarakat sebutnya rusak semua. Ada beberapa rumah sebutnya yang rusak akibat dibakar pada saat penyerangan oleh KKSB.

“Setelah kami cek kondisi di lapangan, tidak manusiawi kalau mereka dikembalikan ke atas tanpa direbah, jadi perlu ada renovasi seluruhnya, tidak terkecuali. Baik yang terbakar, rusak itu direnovasi secara besar-besaran,” jelas Karel.

Politisi PDIP ini mengatakan, jika fasilitas rumah sakit di Waa-Banti juga sudah rusak. Sementara sekolah yang ada di sana sudah dibangun oleh pihak Kementerian Pendidikan.

Setelah melihat langsung ke kampung ini, utusan masyarakat sebutnya bersepakat sebelum masyarakat kembali harus dilakukan renovasi terlebih dahulu.

Sama halnya dengan Kampung Banti I dan Banti II, Kampung Opitawak juga mengalami kondisi yang sama yakni rumah-rumah masyarakat sudah rusak. Kerusakan ini terjadi di bagian pintu maupun perabotan di rumah masyarakat yang sudah rusak. Hanya tertinggal atap rumah dan dinding yang tersisa, sehingga ini harus diperbaiki terlebih dahulu.

Disebutkan Karel, setelah kunjungan langsung ke Banti I dan Banti II ini, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan tim gabungan baik Pemda maupun PT Freeport, untuk membicarakan mengenai pembagian tugas untuk memulihkan kondisi di tiga kampung tersebut.

Pemerintah sebutnya, harus bertanggung jawab terhadap masyarakat tiga kampung ini sampai mereka kembali ke kampung dan tanah kelahiran mereka.

“Pemerintah daerah harus sudah tanggap, tempat kita orang Amungme ini ada di atas,” jelasnya.

Rencana untuk pertemuan kembali dengan tim terpadu tambah Karel akan berisi pembagian tanggung jawab. Masyarakat sebutnya diharapkan bisa dikembalikan ke kampung mereka ,dalam kurun waktu tiga sampai empat bulan ke depan, sebab harus dilakukan renovasi terlebih dahulu. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *