oleh

Pemulangan Masyarakat Tiga Kampung Direncanakan Pada Februari 2021

TIMIKA – Masyarakat tiga kampung yakni Kampung Banti I, II dan Opitawak Distrik Tembagapura direncanakan akan dipulangkan ke kampung halaman mereka pada Februari 2021 mendatang. Rencana pemulangan masyarakat setelah kurang lebih 10 bulan lamanya berada di Kota Timika akibat adanya gangguan KKB ini, setelah tim terpadu melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Serbaguna DPRD, Senin (21/12).

Sebelum melakukan RDP, tim terpadu dan perwakilan masyarakat pada Sabtu (19/12) sudah melakukan kunjungan langsung ke kampung-kampung tersebut untuk memastikan kondisi kampung. Karena fasilitas umum baik gereja, rumah sakit maupun jembatan serta rumah-rumah masyarakat dalam kondisi rusak maka berdasarkan kesepakatan, masyarakat tidak jadi dipulangkan pada Desember ini.

Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng mengatakan fokus tim akan melihat keberadaan para orang-orang tua dari tiga kampung ini yang diutamakan akan dipulangkan pada Februari. Hal ini sebutnya, harus menjadi perhatian dari manajemen PTFI untuk secepatnya harus merealisasikan hal ini.

“Orang-orang tua yang ada ini kami minta untuk secepatnya dipulangkan. Ini yang diutamakan pulang nanti bulan Februari Tahun 2021. Ini bagian prioritas Freeport untuk pastikan hal ini,” ujarnya.

Disebutkannya, dari hasil pertemuan ini, telah disepakati jika harus dilakukan renovasi terlebih dahulu barulah bisa memulangkan masyarakat ke tiga kampung.

“Butuh waktu untuk perbaikan, maka masyarakat dan tim terpadu sudah bersepakat untuk masyarakat tidak naik sampai Natal selesai,” jelasnya.

Untuk pemulangan masyarakat sebut Robby, sudah disepakati langkah-langkah strategis yang disepakati bersama. Pemda dalam hal ini tim terpadu akan melihat dari sisi kebutuhan logistik untuk kesiapan masyarakat merayakan Natal di Timika. Sementara itu, untuk pihak manajemen PTFI langkah yang diambil adalah masih akan melakukan koordinasi dengan Pemda terkait renovasi atau pembenahan sarana umum maupun rumah masyarakat. Baik rehab ringan dan berat serta fasilitas seperti Puskesmas yang sudah terbakar dan rumah-rumah ini membutuhkan waktu untuk diperbaiki.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *