oleh

Rapid Test Antigen di Mimika Dikenakan Rp 270 Ribu

TIMIKA – Sejumlah daerah seperti Jakarta dan Bali saat ini mewajibkan rapid test antigen bahkan swab sebagai syarat untuk penumpang yang akan masuk ke wilayah tersebut. Menyikapi itu Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika langsung merespon dan membuat regulasi dalam bentuk Peraturan Bupati untuk menetapkan tarif rapid test antigen.

“Pelaku perjalanan yang mau rapid test antigen harus mendaftar sehari sebelumnya untuk penjadwalan pemeriksaan…” terang Reynold.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra yang dihubungi Radar Timika, Senin (21/12) kemarin mengatakan Pemda sudah merespon dan menyiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Bupati. Adapun tarif rapid test antigen bagi pelaku perjalanan sebesar Rp 270 ribu.

Tarif ini kata Reynold, disesuaikan dengan Surat Edaran Menteri Kesehatan No HK.02.02/I/4611/2020 yang dikeluarkan per tanggal 18 Desember 2020. Berdasarkan surat edaran tersebut Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Masyarakat menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab sebesar Rp. 250 ribu untuk Pulau Jawa dan Rp 275 ribu untuk di luar Pulau Jawa.

Lima Puskesmas di Mimika menyediakan layanan rapid test antigen. Diantaranya Puskesmas Timika, Timika Jaya, Wania, Pasar Sentral dan Jileale. Untuk Puskesmas Timika dan Timika Jaya dibuka layanan pada hari Senin sampai Sabtu sedangkan tiga Puskesmas lainnya hanya pada hari Senin, Rabu dan Jumat.

Stok rapid test antigen Dinkes Mimika sebanyak 2.500 tetapi dikhususkan untuk pemeriksaan kasus dan kontak kasus. Sedangkan untuk pelaku perjalanan melakukan pemeriksaan secara mandiri dan dikenakan tarif Rp 270 ribu.

“Pelaku perjalanan yang mau rapid test antigen harus mendaftar sehari sebelumnya untuk penjadwalan pemeriksaan. Jadi tidak bisa buru-buru. Kalau dalam keadaan mendadak misalnya ada yang sakit atau meninggal atau penugasan khusus,” terang Reynold.

Kewajiban rapid test antigen ini dikatakan Reynold hanya berlaku selama liburan natal dan tahun baru. Dimana edaran Kemenkes mewajibkan rapid test antigen bagi pelaku perjalanan mulai 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2020. “Tetapi kita tidak tahu setelah tanggal 8 kasusnya tinggi. Itu dikhususkan untuk pulau jawa dan bali. Siapa tahu masih tinggi, masih tetap dipertahankan,” ujar Reynold. (sun)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *