oleh

Aksi Pencurian Dominan Terjadi Pada Hari Sabtu

TIMIKA – Kasus pencurian menjadi kasus paling banyak dilaporkan di jajaran Polres Mimika dibandingkan kasus-kasus lain. Hal ini disebutkan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK saat menggelar press release tentang kinerja Polres Mimika sepanjang Tahun 2020, Kamis (31/12) lalu di kantor Pelayanan Polres Mimika.

Menurut Kapolres, kasus pencurian yang terjadi sepanjang Tahun 2020 lalu yang dilaporkan ke Polres Mimika, berjumlah 280 kasus. Kemudian urutan kedua ditempati oleh kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) dengan jumlah 189 kasus.

Berikutnya kasus penganiayaan dengan jumlah 136 kasus, lalu kasus pelanggaran Undang-Undang ITE dengan jumlah 66 kasus, jambret 64 kasus, penipuan 58 kasus, pengeroyokan 55 kasus, pengrusakan 33 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 32 kasus, dan kejahatan yang terkait dengan Nakotika sebanyak 26 kasus.

“Paling tinggi adalah kasus pencurian, dan kita analisis berdasarkan hari kejadian. Dimana untuk kasus curanmor, yang tertinggi itu sering terjadi pada Hari Sabtu yakni 34 kasus. Sementara untuk hari lainnya normatif. Lalu untuk kasus pencurian juga tertinggi sering terjadi pada Hari Sabtu dan Minggu, begitu juga curas dan jambret. Hal ini akan jadi acuan kita untuk tingkatkan operasi pada Tahun 2021,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres merincikan khusus kasus curanmor yang dalam penanganan Polres Mimika yakni 87 kasus dengan perincian, ada 9 kasus curanmor yang berkasnya sudah dinyakatan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika. Kemudian 6 kasus yang sudah sampai proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, dan ada sekitar 72 kasus yang masih dalam proses penyelidikan.

“Polsek Miru yang menjadi intensitas kejahatan curanmornya juga tinggi yakni ada 98 kasus curanmor, sedangkan yang sudah diselesaikan ada 10 kasus. Sehingga ini menjadi PR kita bersama terkait dengan kasus curanmor yang dimana masih marak di Kota Timika,”ucap AKBP Era.

Kapolres juga merincikan bahwa untuk kasus Narkotika yang ditangani Polres Mimika sepanjang Tahun 2020 lalu yang berjumlah 26 kasus itu semuanya tuntas proses penyidikannya. “Untuk kasus Narkoba, Tahun 2019 pengungkapan ada 17 kasus dan selesai sidik ada 10 kasus. Sementara untuk Tahun 2020, ada pengungkapan 26 kasus dan semuanya yakni 26 kasus itu selesai kita sidik. Artinya semuanya telah kita serahkan ke kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya,”urainya.

Berikutnya untuk kasus korupsi sendiri di Tahun 2020 sebanyak 1 kasus yakni kasus korupsi dana BOK dan JKN tahun anggaran 2019 pada Puskesmas Wania.

Sementara untuk kasus Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) sendiri, menurut Kapolres bahwa untuk Tahun 2019 jumlah kasus lakalantas 112 kasus. Sementara untuk Tahun 2020 sendiri jumlah kasus lakalantas 131 kasus.

“Untuk Tahun 2019 ada 35 orang meninggal dunia akibat lakalantas, dan Tahun 2020 ada 21 orang meninggal dunia akibat lakalantas. Sehingga terkait dengan lakalantas, secara kwantitas mengalami peningkatan. Hal ini perlu kita evaluasi lagi, bagaimana cara mencegah lakalantas di tahun-tahun berikutnya,”ungkap Kapolres.

Kemudian AKBP Era juga memaparkan terkait sejumlah menonjol yang ditangani Polres Mimika sepanjang Tahun 2020 lalu yakni aksi pemalangan sebanyak 18 kali, unjuk rasa damai sebanyak 13 kali dan kasus penembakan dan kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dimana menurut Kapolres bahwa Tahun 2020, kasus penembakan terjadi peningkatan lantaran di Tahun 2020 lalu keberadaan KKB yang ada di seluruh wilayah pegunungan tengah bergabung dengan KKB wilayah Mimika untuk melakukan aksi teror penembakan di wilayah Mimika.

“Puji Tuhan sekarang ini sebagian besar kelompok itu sudah tinggalkan Mimika, khususnya Tembagapura untuk kembali ke wilayah mereka masing-masing. Harapan saya, Tahun 2021 situasi akan lebih kondusif lagi,”ujarnya.

Lalu Kapolres juga merincikan jumlah kasus penembakan yang dilakukan KKB di Kabupaten Mimika terhitung sejak Tahun 2017 lalu, hingga Tahun 2020.

Dimana untuk Tahun 2017 terjadi kasus penembakan sekitar 22 kasus, lalu Tahun 2018 ada 12 kasus. Kemudian Tahun 2019 ada 4 kasus penembakan, dan di Tahun 2020 ada 25 kasus penembakan.

“Untuk upaya penanganan KKB kita amankan sekitar 49 orang, dan amunisi sekitar 680 butir, senjata api 9 pucuk. Ini merupakan pengungkapan di Tahun 2020, dan yang paling utama adalah pengungkapan terkait penembakan di Kuala Kencana dimana pelakunya ada beberapa yang kita berhasil amankan dan sampai sekarang masih dilakukan proses persidangan,”jelas AKBP Era.

Sementara untuk kasus menonjol yang berhasil diungkap Polres Mimika di Tahun 2020 yakni kasus curas antar pulau, dengan tersangka masing-masing berinisial MR alias Rudy, Zu, dan ADGT alias Akbar.

“Itu berhasil kita ungkap dan sidiknya tuntas,”kata AKBP Era.

Sehingga Kapolres merincikan jumlah kejahatan yang terjadi di Tahun 2019 dan Tahun 2020 berdasarkan hasil laporan dari seluruh jajaran Polres Mimika.

total kejatan yang terjadi di wilayah hukum Polres Mimika di Tahun 2019, berjumlah 1547 kasus dan penyelesaiannya 283 kasus.

“Untuk Tahun 2019 total kejahatan 1547, dan crime clear 283. Tahun 2020, total kejahatan 1121 dan crime clear 194. Dari jumlah tersebut, diketahui bahwa ada penurunan kejahatan yang ada. Untuk  jenis kejahatan konvensional, Tahun 2019 ada 1530 dan Tahun 2020 ada 1094,”paparnya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *