oleh

2.500 Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

TIMIKA – Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, sudah menerbitkan petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Juknis ini sudah disampaikan ke semua pemerintah daerah, termasuk di Kabupaten Mimika. Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Rizal Ubra, SSi MEpid  yang dihubungi Radar Timika, Senin (4/1) kemarin mengatakan, ia sudah menerima juknis tersebut. Namun menurut Reynold, terkait tindak lanjut pelaksanaan vaksinasi semuanya melalui Dinas Kesehatan Provinsi.

Sambil menunggu arahan dari Dinkes Provinsi Papua, Dinkes Mimika mulai melakukan pendataan terhadap kelompok sasaran vaksinasi sebagaimana dalam juknis tersebut. Dimana tenaga kesehatan akan menjadi prioritas, utamanya yang bertugas di daerah zona merah.

Ada lima Puskesmas yang masuk dalam zona merah. Bukan hanya nakes yang bertugas di Puskesmas, namun nakes yang melayani di rumah sakit baik RSUD Mimika serta rumah sakit dan klinik swasta juga akan masuk dalam kelompok penerima vaksin pada tahap pertama.

Diungkapkan Reynold, ada kisaran 2.500 nakes dari Puskesmas, rumah sakit baik RSUD dan rumah sakit swasta serta klinik swasta yang akan didata untuk menerima vaksin. “Tapi kita akan lihat juga nantinya kuota untuk Mimika ada berapa banyak, karena disesuaikan dengan dosis vaksin yang tersedia,” katanya.

Dalam juknis dijelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 bertujuan untuk mengurangi transmisi atau penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.

Kekebalan kelompok hanya dapat terbentuk apabila cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah. Upaya pencegahan melalui pemberian program vaksinasi jika dinilai dari sisi ekonomi, akan jauh lebih hemat biaya, apabila dibandingkan dengan upaya pengobatan.

Sementara untuk waktu pelaksanaan dibagi dalam empt tahap. Tahap pertama yang dimulai Januari-April 2021, sasaran vaksinasi Covid-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Tahap kedua, juga pada Januari-April 2021 adalah petugas pelayanan publik yaitu Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. kemudian kelompok usia lanjut di atas 60 tahun.

Tahap ketiga vaksinasi dijadwalkan mulai April 2021 sampai Maret 2022 dengan sasaran masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial dan ekonomi. Begitu pula dengan tahap keempat dengan jadwal dan rentang waktu yang sama dengan sasaran masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *