oleh

Penembakan Helikopter di Tsinga Tidak Jadi Halangan Pemulangan Warga Tembagapura

TIMIKA – Adanya aksi penembakan helikopter milik PT Sayap Garuda Indah berjenis Eagle 407 HP pada Rabu (6/1) di area Benangin dekat Kampung Tsinga, diharapkan tidak menjadi alasan dan halangan untuk rencana memulangkan warga tiga kampung ke Distrik Tembagapura.

Sesuai dengan kesepakatan bersama tim gabungan baik pemerintah, PT Freeport, TNI-Polri dan tokoh-tokoh masyarakat serta tokoh agama pada pertengahan Desember 2020 lalu, masyarakat tiga kampung yakni Banti I, Banti I dan Opitawak harus tetap dipulangkan ke kampung mereka.

Anggota DPRD, Karel Gwijangge, Kamis (7/1) mengatakan aksi penembakan yang dilakukan diduga oleh KKB Kalikopi kepada helikopter di dekat Kampung Tsinga ini tidak menjadi alasan sampai awal Januari 2021 warga belum juga dipulangkan dari Timika ke kampung mereka.

Pemulangan warga tiga kampung ini sebut Karel, sesuai dengan kesepakatan adalah tanggung jawab PT Freeport dan didukung oleh pemerintah daerah. Sesuai kesepakatan juga, pada awal-awal tahun 2021 ini warga sudah dipulangkan dan tidak menunggu waktu yang lebih lama lagi.

“Saya berharap tidak lagi terganggu dengan berita adanya helikopter di Tsinga yang ditembak, saya berharap tidak ada pengaruh dengan hal itu, secara umum situasi di atas terkendali,” ujarnya.

Karel mengatakan dari hasil pertemuan tim gabungan beberapa waktu lalu, sudah disepakati untuk pemulangan warga tiga kampung setelah hampir setahun mereka ada di Timika.

Selanjutnya dengan kerusakan terutama fasilitas rumah-rumah warga yang rusak akibat dari ulah KKB sebut Karel, juga menjadi tanggungjawab PT Freeport sebab kampung-kampung ini merupakan daerah yang berada di wilayah konsensi PT Freeport.

“Ada perlakuan khusus untuk tiga kampung tersebut karena daerah tersebut berada di wilayah konsensi PT Freeport,” imbuhnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *