oleh

39.632 Warga Mimika Jadi Sasaran Vaksinasi Covid-19

TIMIKA – Vaksin sudah diterima oleh Pemprov Papua. Kuota untuk kabupaten/kota termasuk Mimika belum ditetapkan. Meski demikian, Dinas Kesehatan Mimika sudah menyiapkan data sasaran penerima vaksin yang mencapai 39.632 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra ketika ditemui usai rapat evaluasi Covid-19 di Hotel Grand Mozza, Senin (11/1) kemarin mengatakan, untuk distribusi vaksin dari Jayapura ke Timika masih menunggu dari Dinkes Provinsi Papua. Termasuk kepastian apakah Mimika masih dalam agenda vaksinasi serentak pada 13-14 Januari 2021.

Tapi Dinkes Mimika sudah menentukan dan menetapkan sasaran. Gelombang pertama vaksinasi dimulai pada Januari-April 2021. Kelompok prioritas pertama adalah tenaga kesehatan sebanyak 1.723 orang yang ditargetkan 100 persen dari Januari sampai akhir Februari 2021.

Setelah tenaga kesehatan, vaksinasi selanjutnya menyasar petugas publik seperti PNS, honorer, TNI dan Polri, wartawan, petugas bandara, kantor kesehatan pelabuhan yang jumlahnya sekitar 17.231 jiwa. Setelah petugas publik selesai, maka dilanjutkan dengan penduduk lanjut usia di atas 59 tahun sebanyak 20.678 jiwa. “Jadi kira-kira dosis yang dibutuhkan karena sasarannya 39.632 jiwa satu orang 2,5 dosis jadi lebih kurang 99.080 dosis,” ungkap Reynold.

Vaksinasi akan melibatkan fasilitas kesehatan yang dibagi dalam dua kategori, yakni faskes utama dan pos pelayanan imunisasi Covid-19. Faskes utama yakni faskes yang memenuhi kriteria yang ditetapkan Kemenkes, diantaranya memiliki tenaga vaksinator terlatih, memiliki rantai dingin atau tempat penyimpanan vaksin dan memiliki surat izin operasional faskes. Ada 21 Puskesmas ditambah RSUD Mimika, RSMM dan RS Tembagapura sebagai faskes utama.

Pos pelayanan imunisasi ada 35 tempat, yakni dua Puskesmas yang belum memiliki tenaga vaksinator, kemudian klinik swasta dan dokter praktek mandiri. “Semua fasilitas kesehatan ini yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, karena semua sasaran yang divaksin akan didaftarkan melalui PCare atau Primary Care BPJS Kesehatan,” ujar Reynold.

Warga yang sudah terdaftar akan mendapatkan notifikasi lewat SMS untuk mengatur jadwal, jam dan sesi vaksinasi. Satu sesi maksimal 20 orang. Dinkes sudah menghitung dan satu faskes maupun pos pelayanan bisa menyelenggarakan sampai 6 sesi dengan tidak mengabaikan atau mengesampingkan pelayanan esensial lainnya.

Reynold mengimbau masyarakat tidak perlu takut dengan vaksin Covid-19. Sebab saat ini belum ada obatnya. Vaksin dilakukan untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Jika bisa melindungi hampir 70 persen bahkan akan lebih baik jika mencapai 100 persen kelompok sasaran, maka 100 persen warga bisa terlindungi.

Vaksin yang disiapkan oleh pemerintah tidak dikenakan biaya atau gratis. Pemda sudah mendorong PT Freeport Indonesia agar sebaiknya menyiapkan secara mandiri, karena itu akan sangat membantu Pemda Mimika dan juga masyarakat.

Pada pencanangan vaksin nantinya ada 10 orang kunci yang akan divaksin, yakni kepala daerah dan perwakilan tokoh. Penerima vaksin harus dinyatakan bebas dari tiga hal, yakni tidak hamil, tidak pernah terpapar Covid-19 dan tidak memiliki penyakit komorbit yang tidak terkontrol. Sehingga sebelum vaksin akan dilakukan skrining. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *