oleh

Jam Malam Diberlakukan, Aktivitas akan Diawasi

TIMIKA – Berdasarkan Kesepakatan Bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tentang penanganan Covid-19, maka pembatasan jam malam kembali diberlakukan. Warga hanya bisa beraktivitas mulai dari pukul 06.00 WIT sampai 21.00 WIT.

Satuan Tugas Covid-19 Mimika pada Selasa (12/1) di ruang pertemuan Dinas Koperasi dan UKM, menggelar rapat membahas langkah atau strategi penanganannya. Salah satunya mengenai pengawasan terhadap aktivitas masyarakat pada saat pembatasan.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra yang ditemui usai pertemuan menerangkan, untuk memberikan relaksasi agar ekonomi tetap hidup, masyarakat bisa beraktivitas dari Pukul 06.00 WIT sampai 21.00 WIT dengan tetap memenuhi protokol kesehatan. Setelah itu, semua aktivitas harus ditutup.\

“Malam hari sampai jam 9, baik tempat hiburan, pusat perbelanjaan, toko dan aktivitas apapun. Jadi kita mengurangi aktivitas,” tegas Paulus Dumais.

Dipastikan tidak ada penyekatan di jalan seperti pada masa PSDD lalu. Tapi Satgas Covid-19 yang terdiri dari unsur Pemda, TNI dan Polri akan melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas masyarakat agar tidak lagi lagi berkeliaran setelah pukul 21.00 WIT.

Agar bisa membatasi aktivitas, maka Satgas akan fokus pada tempat yang menjadi sasaran masyarakat seperti pusat perbelanjaan, toko, tempat hiburan dan lainnya yang harus dipastikan tutup pada pukul 21.00 WIT. “Cara yang paling simpel atau sederhana adalah menutup fasilitas publik,” tandas Reynold.

Begitupun dengan kegiatan seperti acara pernikahan maupun acara pertemuan, Satgas Covid-19 memastikan tidak ada lagi rekomendasi maupun izin keramaian dari pihak Kepolisian. Sehingga jika masih ada warga yang menggelar acara pernikahan baik di gedung maupun di rumah, akan diberi sanksi tegas bahkan dibubarkan.

Ia berharap masyarakat bisa memahami ini karena peningkatan kasus terjadi disebabkan adanya kerumunan dan tidak memenuhi protokol kesehatan. Klaster pernikahan bahkan sudah ada sejak Agustus hingga saat ini.

“Sehingga langkah pemerintah ini atas kesepakatan bersama dengan tokoh agama, bahwa resepsi pernikahan dan acara yang mengumpulkan banyak orang, khitanan, syukuran jangan dulu, karena ini kesepakatan antar tokoh agama,” tuturnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Mimika, Paulus Dumais yang ditemui di kantornya, Selasa (12/1) kemarin menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan personel untuk bersama-sama TNI dan Polri melakukan pengawasan dan penertiban.

Satpol PP secara internal menggelar rapat untuk membagi personel dalam beberapa tim disesuaikan dengan kebutuhan yang ditetapkan oleh Satuan Tugas Covid-19. “Kita berpedoman pada kesepakatan kemarin. Personel yang akan kita turunkan tergantung kesepakatan dengan tim gabungan. Itu kita menyesuaikan dengan personel lain, biasanya Satpol dan Polisi yang banyak,” terangnya.

Paulus menyatakan, penertiban dan pengawasan akan kembali diperketat karena aktivitas masyarakat yang semakin tidak terkendali, padahal masih dalam situasi pandemic Covid-19. Tidak adanya pengawasan membuat penanganan tidak mengalami kemajuan yang signifikan.

Satpol PP bersama tim gabungan kata Paulus akan bergerak bersama melakukan pengawasan dan penertiban aktivitas masyarakat. Dimana berdasarkan kesepakatan bersama Forkopimda, aktivitas masyarakat dibatasi hanya sampai pukul 21.00 WIT. “Malam hari sampai jam 9, baik tempat hiburan, pusat perbelanjaan, toko dan aktivitas apapun. Jadi kita mengurangi aktivitas,” tegas Paulus Dumais. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *