oleh

Bupati dan Wabup Minta Masyarakat Tidak Takut Divaksin

TIMIKA – Indonesia sudah memulai melakukan vaksinasi Covid-19. Vaksin juga mulai disebar ke seluruh daerah termasuk Mimika dengan kuota tahap awal 2.320 dosis. Rencananya vaksinasi dimulai 20 Januari 2021. Tapi beberapa kalangan mulai menolak untuk divaksin. Bahkan beredar beragam informasi seputar vaksin.

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE MH menyatakan sebenarnya dia ingin menjadi orang pertama di Mimika yang divaksin. Tapi karena persyaratannya adalah tidak pernah terinfeksi Covid-19, maka itu tidak bisa dilakukan mengingat Bupati Omaleng pernah terinfeksi.

Prioritas vaksin pada tahap pertama kata Bupati di Hotel Grand Mozza, Kamis (14/1) kemarin setelah tenaga kesehatan adalah pejabat publik, apalagi yang mobiltasnya tinggi dalam melakukan perjalanan ke luar daerah.

Menyikapi isu terkait vaksin, Bupati meminta warga tidak perlu takut dan tidak percaya dengan berbagai isu. Sebab vaksin dibuat untuk melindungi setiap orang dari Covid-19. Ini sebagai cara untuk menekan penyebaran virus Covid-19 yang semakin meluas. “Vaksin itu untuk menyelamatkan dan mengurangi virus. Jadi kalau isu di sosial media, tidak usah dengar, itu tidak benar. Apalagi presiden sudah duluan dan berikan contoh,” tegasnya.

Wakil Bupati Johannes Rettob, SSos MM pada kesempatan yang sama mengatakan Presiden Joko Widodo sudah memberikan contoh sebagai orang pertama yang divaksin. Jadi tidak ada masalah dengan vaksin.

Wabup bahkan siap menjadi orang yang pertama divaksin. Tapi tentunya kata Wabup, setiap orang yang akan divaksin terlebih dahulu menjalani skrining untuk memastikan kelayakan. Seperti dirinya yang menderita hipertensi harus dipastikan terlebih dahulu apakah memang bisa atau tidak. “Jadi kalau saya dinyatakan boleh, ya saya siap,” tegasnya.

Kepada masyarakat Wabup meminta agar tidak percaya dengan isu di sosial media dan lainnya. Sebab vaksin sudah dinyatakan halal dan aman. Itu disediakan untuk melindungi setiap orang. Bahkan kata Wabup, jika sudah vaksin akan diberikan sertifikat dan tidak perlu lagi swab atau rapid jika ingin melakukan perjalanan.

Untuk bisa mencakup sasaran yang maksimal, Pemda Mimika dikatakan Wabup akan terus melobi pemerintah pusat agar bisa mendapatkan kuota vaksin yang lebih banyak. Sebab setidaknya ada 39 ribu lebih warga kelompok prioritas yang harus divaksin. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *