oleh

Terminal Bus Gorong-Gorong Dipalang Ratusan Warga

TIMIKA – Ratusan warga dari Kampung Waa Banti, Kamis (14/1) sekitar pukul 10.00 WIT kemarin, melakukan aksi pemalangan di pintu masuk terminal milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gorong-Gorong.

Aksi pemalangan itu dilakukan sebagai bentuk tuntutan warga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dan PTFI serta aparat keamanan, terkait kepastian pemulangan mereka ke kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura.

Koordinator aksi, Martina Natkime dalam orasinya mengatakan, mereka hanya meminta kepastian kapan mereka bisa dipulangkan kembali ke kampung mereka. Setalah sudah hampir setahun mereka berada di Kota Timika akibat konflik antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan aparat keamanan di wilayah mereka pada Bulan Maret Tahun 2020 lalu.

Aparat kepolisian yang menerima informasi terkait adanya aksi pemalangan itu, langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan negosiasi serta komunikasi dengan ratusan warga Kampung Waa Banti itu. Dan dari hasil negosiasi, aksi pemalangan yang berlangsung kurang lebih dua jam itu akhirnya dibuka kembali, dan ratusan warga Kampung Waa Banti itu membubarkan diri dengan aman dan tertib.

Sementara itu Martina Natkime yang ditemui wartawan di lokasi kejadian mengatakan, ia bersama masyarakatnya melakukan aksi tersebut tidak memiliki tujuan lain, melainkan hanya meminta kepastian kapan mereka bisa dipulangkan kembali ke kampung mereka, di Waa Banti, Distrik Tembagapura.

“Saya tidak tuntut lain, saya tidak bongkar ini dan itu yang ada di perusahan (PTFI). Tapi jujur saya katakan di atas tanah saya ini, bahwa saya ingin pulang ke kampung saya. Jadi kami sudah dapat penjelasan bahwa Hari Sabtu kami naik, berarti saya siap untuk naik. Kalau sampai tidak naik Hari Sabtu lagi, maka saya harus jalan kaki pulang ke kampung saya,” tegasnya.

Bahkan kata dia, sejak berada di Kota Timika, terhitung sudah sekitar 25 warga Kampung Waa Banti yang meninggal dunia.

“Orang sudah meninggal habis, 25 orang pengungsi sudah meninggal. Dan saya tegaskan bahwa saya dengan masyarakat saya ini bukan bola lalu tendang ke Freeport lalu tendang ke pemerintah, akhirnya kami yang masyarakat ini jadi bingung,” cetusnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, SSos juga mengatakan aksi pemalangan itu dilakukan oleh warga Kampung Waa Banti yang ingin kembali pulang ke kampung mereka.

“Pemerintah sudah ada tim untuk mengurus terkait kepulangan mereka ke Banti, ini juga Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati dan para muspida sementara rapat di Hotel Grand Mozza mengenai kepulangan masyarakat Banti ini,” ucapnya.

Terkait aksi pemalangan tersebut Wakapolres menyebut berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif.

“Situasi aman, memang sempat lakukan pemalangan tapi anggota sudah kasih pengertian mereka pada akhirnya mengerti. Dan mereka tetap berharap agar Hari Sabtu tetap harus dipulangkan ke Banti,” pungkas Kompol Punia. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *