oleh

Langganan Banjir, Warga Sewa Alat Berat Keruk Sungai

TIMIKA – Jalan Leo Mamiri RT 17 Kelurahan Kebun Sirih, tepatnya di depan kantor PLN Cabang Timika menjadi langganan tetap banjir ketika musim hujan tiba. Merasa banjir sangat merugikan dan menghambat aktivitas warga, maka mereka secara swadaya menyewa alat berat untuk mengeruk sungai agar aliran air lancar, sehingga tidak terjadi lagi banjir.

Hal itu diungkapkan salah satu warga saat dijumpai Radar Timika di lokasi pengerukan sungai, Yohanes Mamiri, Sabtu (16/1).

Yohanes mengatakan jika hujan lebat, maka rumah-rumah warga kebanjiran. Banjir setinggi paha orang dewasa ini merendam rumah-rumah warga, mulai di Jalan Leo Mamiri mulai dari belakang kantor Tiki hingga Kompleks Manado.

“Kalau hujan rumah-rumah warga banjir sampai sepaha ini, yang paling parah tanggal 3 lalu, semua rumah terendam. Jadi kami inisiatif untuk sewa alat berat keruk sungai ini,” ujarnya.

Merasa sangat resah kata Yohanes, warga lalu mengadukan masalah ini kepada pihak RT, namun sampai saat ini tidak kunjung ada pengerukan sungai, untuk mengalirkan air sehingga tidak terjadi banjir.

Bahkan kata Yohanes, karena usulan mereka tidak diindahkan mereka sudah dua kali mendatangi kantor Dinas PUPR di Kantor Bupati. Mereka sebutnya berharap, pemerintah bisa turun tangan menormalisasi sungai khususnya di RT 17.

Walaupun sungai di sekitar RT 17 ada kata Yohanes, aliran air tersumbat sebab banyak material kayu maupun sampah yang tergenang sehingga air tidak lancar.

Dengan saling membantu antar sesama warga, sebut Yohanes, mereka menyewa satu unit alat berat, yang kini tengah melakukan normalisasi sungai yang sudah berlangsung sekitar satu kilometer.

Ditambahkannya, sewa alat (exavator) swadaya dikenai biaya per hari Rp 5 juta. Selain biaya normalisasi, biaya angkut material juga ada, sehingga jika dihitung-hitung total anggaran bisa mencapai Rp 30 juta. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *