oleh

Penerbangan Subsidi Mulai Layani Rute Timika-Kaimana-Fakfak

TIMIKA – Kementerian Perhubungan kembali melanjutkan program penerbangan perintis subsidi. Pada Tahun 2021 layanan penerbangan subsidi penumpang dijalankan oleh Asian One Air. Ada 28 rute yang dilayani tahun ini, salah satunya rute Timika-Kaimana-Fakfak.

Rute ini sebenarnya sudah pernah ada, namun baru dibuka kembali di Tahun 2021. Kepala UPBU Mozes Kilangin, Syamsuddin ikut serta dalam penerbangn perdana pada Sabtu (16/1). Rute pertama yang dilalui Timika-Kaimana sekitar 1 jam. Kedatangan Kepala UPBU Mozes Kilangin bersama rombongan di Bandara Utarom, Kaimana disambut Kepala UPBU Kaimana, Agung Tri Laksono yang kemudian ikut serta dalam penerbangan selanjutnya Kaimana-Fakfak.

Penerbangan dari Kaimana ke Fakfak ditempuh sekitar 30 menit. Begitu mendarat di Bandar Udara Torea, Fakfak, pesawat Cessna Grand Caravan PK-LTV yang dioperasikan Asian One Air yang ditumpangi rombongan disambut oleh Kepala UPBU Torea Fakfak, Sukarjo.

Kepala UPBU Mozes Kilangin, Syamsuddin mengatakan, tahun ini penerbangan subsidi penumpang melayani 28 rute yang terbagi dalam dua paket. Paket 1 sebanyak 16 rute dilayani PT Asian One Air dengan jenis pesawat Cessna Grand Caravan. Sedangkan paket 2 ada 12 rute yang dilayani dengan pesawat pilatus porter.

Rute Timika-Kaimana-Fakfak dilayani sekali seminggu oleh Asian One Air. Menurut Syamsuddin, rute ini sebenarnya sudah pernah ada, tapi Tahun 2015 dihentikan dan baru dibuka kembali Tahun 2021 setelah adanya permintaan dari Pemda Kaimana dan Fakfak.

Tidak menutup kemungkinan jadwal penerbangan akan ditambah disesuaikan dengan permintaan. Sehingga dikatakan Syamsuddin, perlu keterlibatan Pemda Kaimana dan Fakfak untuk bersama-sama mendorong agar fasilitas ini bisa dimanfaatkan.

Tarif yang diberlakukan adalah tarif subsidi. Saat ini masih disesuaikan dengan SK Dirjen Tahun 2020, karena SK tarif terbaru belum diterbitkan. Jika skema tarif baru sudah ada, maka akan disesuaikan. Mengenai tarif pun akan dievaluasi dan meminta usulan dari Pemda setempat. “Karena ada beberapa komponen di dalamnya, seperti PDRB, karena itu Pemda yang tahu. Misalnya tarif Timika-Kaimana yang sekarang Rp 400 ribu mungkin bisa diturunkan kalau diusulkan oleh Pemda,” terangnya.

Kepala UPBU Torea Fakfak, Sukarjo menambahkan rute Timika-Kaimana-Fakfak didasarakan pada historis atau sejarah. Karena dulunya, tiga daerah ini satu kesatuan sebelum akhirnya terpecah. Sehingga rute penerbangan ini merangkai kembali lewat transportasi udara. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mencoba memfasilitasi warga.

Lanjut kata Sukarjo yang dulunya pernah bertugas di Timika, Fakfak selama ini hanya dilayani Wings Air dengan rute Sorong. Tapi pihaknya terus mencari alternatif untuk masyarakat yang kesulitan dalam hal transportasi. Tidak hanya membuka rute dari Timika yang sudah mulai dilayani tapi juga membuka rute Amahai-Fakfak, Fakfak-Amahai-Ambon.

“Kami mencari ruang supaya jangan hanya fokus pada satu penerbangan. Kami lagi berpikir ada penghubung dari Fakfak ke Tual karena secara historis bahwa banyak masyarakat di Fakfak berasal dari Tual, Tidore dan lain-lain,” tegasnya.

Selain itu ditambahkan Kepala UPBU Utarom Kaimana, Agung Tri Laksana juga menambahkan Kaimana dengan Timika punya keterikatan bisnis. Dimana masyarakat menjual hasil bumi dari Kaimana ke Timika. Jika ada aktivitas bisnis tentu ada pergerakan penumpang.

Juga kata Agung, dibukanya rute ini bisa menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat Kaimana yang ingin bepergian karena penerbangan yang ada hanya rute Kaimana-Sorong. “Dengan adanya rute perintis Timika-Kaimana bisa menambah alternatif bagi warga yang mau bepergian bisa lewat Timika. Semua berkaitan dengan pelayanan,” ujar Agung. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *